Wali Nanggroe: Jangan Ada Lagi Pihak yang Mengusik Perdamaian

Paduka Yang Mulia Wali Nanggroe Aceh Teungku Malik Mahmud Al-Haytar. Foto: Humas LWN.

ACEHTREND.COM,Banda Aceh- Paduka Yang Mulia Wali Nanggroe Aceh Teungku Malik Mahmud Al-Haytar, mengingatkan Aceh telah sepakat untuk merawat dan menjaga perdamaian. Oleh sebab itu tidak boleh ada pihak yang sengaja ataupun tidak, mencoba mengusik perdamaian Aceh.

Selama perdamaian masih berada pada jalurnya, tidak boleh ada satu kekuatan pun baik yang terkoordinir maupun tidak, yang berniat mengganggu proses perdamaian yang telah dijalani sejauh selama 14 tahun.

“Nabi Muhammad SAW tidak pernah mengajarkan kita membenci sesama muslim hanya karena perbedaan suku, perbedaan bahasa, perbedaan pakaian yang dikenakan. Sebaliknya beliau mengajarkan bahwa sesama muslim itu bersaudara,” kata Wali Nanggroe pada acara peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1441 Hijriah, Kamis (5/12/2019) di komplek Istana Wali Nanggroe, Lampeuneruet, Aceh Besar.

Wali Nanggroe juga mengatakan Nabi Muhammad SAW memerintahkan umat untuk mendamaikan sesama muslim. Semangat tersebut telah memberi inspirasi kepada perjanjian damai antara Gerakan Aceh Merdeka dengan Pemerintah Republik Indonesia, 15 Agustus 2005, setelah konflik bersenjata 30 tahun.

Dari perjanjian tersebut juga telah melahirkan UU RI Nomor 11 Tahun 2006 Tentang Pemerintah Aceh yang menjadi semangat baru dalam menata masa depan. “Baik buruknya keadaan masyarakat Aceh ke depan, bersatunya atau ambruknya persaudaraan Aceh ke depan sangat ditentukan oleh pelaksanaan UUPA ini,” sebut Wali Nanggroe.

Pemerintahan Aceh yang berisikan putera-puteri terbaik, menurut Wali Nanggroe perlu mempelajari sejarah dengan sebenarnya. Sebab untuk mewujudkan peradaban Aceh yang mulia dan bersyariat, orang Aceh harus memiliki visi yang sama.

“Dengan semangat keteladanan Rasulullah SAW, marilah kita mewujudkan peningkatan kesejahteraan rakyat Aceh dengan memajukan pendidikan, ekonomi dan perdagangan. Masa depan Aceh yang lebih baik harus kita siapkan dari sekarang. Hal ini harus dicapai dengan kerjasama kita dalam bingkai Syariat Islam.”

Dalam kesempatan yang sama, Katibul Lembaga Wali Nanggroe Aceh Usman Umar, S.Sos., menyebutkan bahwa Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW kali ini mengangkat tema “Satukan Langkah Menuju Aceh Hebat dan Bermatabat”.

“Kita turut mengundang dua ribu tamu undangan , yang terdiri dari unsur Forkopimda Aceh, ulama Aceh, SKPA, instansi vertikal beserta masyarakat umum,” kata Usman melaporkan.

Pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW kali ini, Wali Nanggroe menyerahkan santunan kepada 200 anak yatim yang berasal dari gampong seputaran kompleks Meuligoe Wali Nanggroe.

Acara juga diisi dengan tausiah yang disampaikan oleh Tgk. H. Nuruzzahri Yahya atau Waled Nu dan doa bersama oleh Abi Mawardi Hasyim.

“Bagi orang Aceh perayaan maulid sudah mendarah daging sejak dahulu zaman kesultanan. Mari kita jadikan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan, yang telah menyempurnakan akhlak manusia dari zaman jahilliyah yang tidak tahu apa-apa dan gelap gulita, menjadi tahu sampai sekarang ini,” kata Waled Nu dalam tausiahnya.[]

KOMENTAR FACEBOOK