Tiga Tantangan Besar Umat Islam di Indonesia

Laporan Rahmad, S. Sos, MAP*

Wakil Presiden Republik Indonesia Prof. Kyai H. Ma’tuf Amin, mengatakan saat ini umat Islam di Indonesia menghadapi tiga tantangan besar. Yaitu peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) memberantas kemiskinan dan ketimpangan, serta yang ketiga, imunisasi umat dari penyebarluasan radikalisme dengan menggunakan simbol-simbol agama.

Hal ini dikatakan oleh Kyai Ma’ruf Amin, Jumat (6/12/2019) saat memberikan sambutan pada Silaturahmi Nasional dan Milad Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), yang bertempat di Auditorium Universitas Negeri Padang. Tema silatnas kali ini: Penguatan Nasional dan Pengembangan SDM Unggul Menuju Indonesia Emas 2045, yang akan berlangsung dari 6 sampai 8 Desember 2019.

“Terutama tingkatkan sumber daya manusia, hilangkan kemiskinan dan ketimpangan serta imunisasi umat dari radikalisme yang gunakan simbol agama. Saya berharap Silatnas ICMI 2019 kali ini dapat menjawab tantangan-tantangan tersebut,” harap ulama senior Indonesia tersebut.

Prof. Ma’ruf menyebutkan ICMI harus menjadi organisasi cendekiawan muslim yang berkontribusi besar bagi pembangunan bangsa. Tokoh senior Nahdlatul Ulama (NU) itu memuji kiprah ICMI dalam berbagai bidang. Salah satunya penguatan ekonomi dan keuangan syariah yang merupakan sarana keterlibatan ummat dalam kegiatan ekonomi.

Wapres mengenal ICMI sebagai organisasi cendekiawan muslim yang peduli terhadap lingkungan, memiliki kemampuan berpikir, dan menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam memecahkan berbagai masalah sosial kemasyarakatan. Termasuk memberikan jalan keluar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tingkat akar rumput.

Sementara itu, Ketua ICMI Prof Jimly Asshiddiqie,SH., mengatakan dalam membangun Indonesia perlu koloborasi antara umara dan cendekiawan. “Makanya harus ada kedekatan yang baik antara cendekiawan dan umara. Banyak hal baru dibicarakan oleh kedua belah pihak, seperti demokrasi dan ekonomi pasar sama pasar bebas. Umara dan cendekiawan perlu berkoloborasi mengawal kehidupan yang semakin bebas ini,” katanya.

Silatnas ke 29 dimulai dengan pemukulan gong oleh Wapres didampingi oleh Ketua Umum ICMI, Ketua Pelaksana, Gubernur Sumatera Barat, Ilham Habibie, Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid.

*)Dosen Fisip Umuslim/Wakil Sekretaris ICMI Orda Bireuen.

KOMENTAR FACEBOOK