Bawa Ragam Tuntutan, Warga Eks Blang Lancang Demo di KEK Arun

Massa IKBAL membakar ban saat menggelar demonstrasi di depan eks PT. Arun, Lhokseumawe. Foto: Ist for aceHTrend.

ACEHTREND.COM, Lhokseumawe- Ratusan orang yang bergabung dalam Ikatan Keluarga Blang Lancang (IKBAL), melakukan demontrasi dan merusak pagar bekas PT. Arun di kompleks Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe, Senin (9/12/2019). Mereka menuntut Presiden Joko Widodo membentuk staf khusus pengawasan otonomi khusus Aceh dan Papua.

Demonstrasi tersebut tidak berjalan seperti biasanya. Aksi massa tersebut sempat berlangsung kisruh. Ratusan anggota IKBAl merusak pagar eks komplek PT. Arun yang kini masuk KEK Arun. Mereka kecewa karena tidak ada satu pihak pun yang datang menemui demonstran.

Selain merubuhkan pagar, massa juga membakar ban bekas. Kobaran api dan asap hitam membuat unjuk rasa tersebut semakin memanas. Polisi terpaksa menembakkan water canon, untuk menenangkan massa.

Dalam tuntutannya, massa IKBAl yang dipimpin oleh korlapnya Tri Juanda, mendesak Presiden Joko Widodo untuk mencabut konsesi atas tanah di eks Blang Lancang yang kini dikuasai oleh Pertamina Hulu Energi (PHE), PT. Perta Arun Gas, PT. BAS dan Medco.

Dalam aksinya itu, mereka juga meminta Komisaris Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) agar menyelesaikan permainan mafia yang ingin memanfaatkan lahan leluhur mereka di Blang Lancang.

Pendemo mencoba merubuhkan pagar eks PT. Arun di Blang Lancang, Lhokseumawe. Foto: Ist for aceHTrend.

Pada kesempatan itu, warga juga meminta Presiden Joko Widodo untuk membentuk staf khusus presiden bidang pengawasan otonomi khusus Aceh dan Papua. Menurut mereka Otsus Aceh yang dikelola berdasarkan UU Nomor 11 Tahun 2006, tidak mampu mensejahterakan rakyat. “Kami minta hal itu dievaluasi kembali agar sesuai dengan filasafat Pancasila,” kata Tria Juanda.

Tri Juanda juga mengatakan, massa IKBAL mendesak DPR RI membentuk RUU Tanah Adat dan Hak Ulayat. Juga meminta Presiden RI memberikan status gampong otonomi baru berdasarkan pengorbanan warga Blang Lancang di masa lalu yang telah direlokasi demi pembangunan Arun.

Polisi: Perusakan Pagar Jangan Diperpanjang

Sementara itu Wakil Kapolres Kota Lhokseumawe Kompol MUghi Prasetyo Habrianto, meminta pihak perusahaan tidak memperpanjang perihal perusakan pagar yang dilakukan oleh demonstran. Karena pagar tersebut juga sudah berusia uzur.

“Menurut amatan kami kondisi pagar memang sudah tua. Sehingga begitu didorong langsung rubuh. Jadi kami imbau pihak perusahaan tidak memperpanjang persoalan tersebut,” ujarnya.

Kompol Mughi juga mengatakan, untuk mengamankan aksi tersebut kepolisian menurunkan 300 personil gabungan dari Polres Lhokseumawe dan Brimob Detasemen B Jeulikat.

Meskipun sempat diwarnai aksi perusakan pagar dan pembakaran ban, menurut Mugni secara umum aksi berjalan kondusif. “Untuk meredam massa yang mulai tak agresif, kami tembakkan water canon. Tembakan air tersebut tidak berbahaya,” katanya.[]

KOMENTAR FACEBOOK