Direktorat Lalu Lintas Polda Aceh Gelar Rakornis

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Direktorat Lalu Lintas Polda Aceh mengadakan
Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Fungsi Lalu Lintas TA 2019 dengan tema “Polantas Promoter Dalam Mengimplementasikan Road Safety Policing Menuju Indonesia Maju” Selasa, 10 Desember 2019 di Hotel Mekkah Banda Aceh.

Rakernis tersebut dibuka oleh Kapolda Aceh yang diwakili oleh Wakapolda Aceh Brigjen. Pol. Supriyanto Tarah. Kegiatan ini akan dilangsungkan selama 10-12 Desember 2019.

AKBP. Nasyadi S.Sos selaku ketua panitia mengatakan, Rakernis Lalu Lintas T.A. 2019 dilaksanakan dengan maksud untuk memberikan informasi sekaligus arahan/kebijakan kepada peserta rakernis mengenai hal-hal yang seharusnya dilaksanakan, berkaitan dengan bidang Lalu Lintas.

Kapolda Aceh Irjen. Pol. Rio S. Djambak dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wakapolda Aceh memberikan apresiasi kepada jajaran Direktorat Lalu Lintas Polda Aceh atas terselenggaranya rakernis tersebut.

“Dalam rangka memelihara dan meningkatkan kemampuan profesionalisme diperlukan pembekalan dan penambahan pengetahuan serta kemampuan pengemban fungsi lalu lintas Polri yang dapat dilaksanakan melalui pelatihan, sosialisasi, penguatan dan bimbingan teknis maupun konsolidasi dan evaluasi dalam bentuk rapat kerja.” Kata Rio S. Djambak.

Setelah sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan oleh Dirlantas Polda Aceh dan Konsultan Kapolri.

Dirlantas Polda Aceh Kombes.Pol. Dicky Sondani S.IK., M.H., dalam
paparannya mengatakan berbagai tantangan yang akan dihadapi dalam menjalankan tugas dan fungsi lalu lintas dalam menyongsong tahun 2020.

“Pertumbuhan ojek online (ojol) yang semakin meningkat membutuhkan regulasi yang mampu menjawab persoalan yang akan dihadapi ke depan,” ujar Dicky Sondani, yang juga mantan Kapolres Aceh Tamiang itu di hadapan pamen dan Kasat Lantas Polres/ta se-Aceh.

Selain itu, Dicky Sondani menyampaikan fenomena mobil listrik pada tahun 2020 yang akan diprediksi terus bertambah, sehingga dibutuhkan aturan yang menjadi payung hukum.

Dirlantas Polda Aceh juga menyebutkan tantangan di era milenial begitu berbeda. “Polantas harus memahami karakter pengguna lalu-lintas di era milenial, karena generasi milenial begitu kritis terhadap fenomena sosial yang terjadi,”kata Dicky Sondani.

Menurut Dicky Sondani, di zaman digital seperti hari ini petugas diharapkan menggunakan sarana sosial media dalam mengabarkan informasi kepada masyarakat.
“Memanfaatkan sosmed dalam menyiarkan kegiatan Polantas yang humanis di saat sosialisasi tertib lalu-lintas itu penting dilakukan,” imbau mantan Kabid Humas Polda Sulsel itu.

Dicky Sondani juga menekankan kepada jajaran, guna memperkuat silaturahmi bersama ulama Aceh, kerjasama dan sosialisasi di dayah, sebagaimana arahan Kapolri yang akan memberi prioritas dalam rekrutmen anggota Polri melalui jalur santri dan madrasah.

Program kegiatan Polisi Saweu Sikula untuk mewujudkan pembinaan dan edukasi bagi pelajar. Selain itu, mendorong budaya tertib lalu lintas yang bekerjasama dengan universitas.

Dirlantas Polda Aceh meminta kepada jajaran Polantas agar bekerja secara profesional, modern, dan terpercaya (promoter) dalam setiap aktivitas di lapangan.

“Razia kenderaan bermotor haruslah terbebas dari pungli, jangan cari-cari kesalahan masyarakat, tidak arogan saat mengemudi kenderaan bermotor, waspada saat mengawal VIP/VVIP,” Imbuhnya.

Konsultan Ahli Kapolri Dr. Muhammad Gaussyah, S.H., M.H. dalam paparannya mengatakan tiga hal yang menjadi tugas pokok anggota Polri yaitu, memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, memberikan perlindungan, penganyoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

“Pada Polantas melekat fungsi Polri secara umum dan fungsi khusus Polantas, “Kata Muhammad Gaussyah yang juga Wakil Dekan III Fakultas Hukum Unsyiah.

Kewenangan Polantas juga disinggung oleh Ahli Ilmu Kepolisian ini, “Peranan Polisi Lalu Lintas, sebagai aparat penegak hukum lalu-lintas, aparat penyidik kecelakaan lalu-lintas, aparat yang memiliki kewenangan tugas polisi umum, unsur bantuan komunikasi dan lain-lain, “Kata Muhammad Gaussyah. [AMS]