Radikalisme, Antara Bahaya dan Pemicu

Oleh Muhammad Azmi*

Sekarang ini radikalisme sedang menjadi permasalahan yang sedang hangat untuk diperbincangkan. Karena paham radikalisme dapat mengakibatkan rusaknya tatanan sosial sebuah negara.

Menurut kamus besar bahasa Indonesia (KKBI), radikalisme adalah paham atau aliran yang radikal dalam politik, paham atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik dengan cara kekerasan, dan sikap ekstrem dalam aliran politik.

Sedangkan menurut A.Rubaidi yang merupakan seorang pakar politik, radikalisme dalam lingkup keagamaan merupakan gerakan-gerakan keagamaan yang berusaha mengubah secara total tatanan sosial dan politik yang ada dengan jalan menggunakan kekerasan.

Dapat disimpulkan bahwa radikalisme adalah suatu sikap atau pemikiran yang intoleran. Intoleran yang dimaksud di sini adalah tidak mau mendengar atau menghargai pendapat orang lain terhadap suatu masalah.

Praktik tersebut, sering terjadi Ketika orang lain menyikapi atau mengeluarkan pendapatnya untuk memecahkan sebuah permasalahan. Di mana pendapat tersebut berbenturan dengan paham radikalisme. Maka, kelompok yang paham radikalisme akan memberantas orang tersebut baik secara fikiran (fundamental) maupun secara tindakan (meneror). Praktik secara tindakan (meneror) seperti inilah yang berbahaya sekarang, dari paham radikalisme. Karena praktik seperti ini akan menyebabkan ketidakberanian seseorang dalam berpendapat.

Praktik radikalisme secara tindakan (meneror) yang menjadi indikator hilangnya rasa kemanusiaan. Bagaimana tidak? Dalam catatan sejarah Indonesia, praktik paham radikalisme sudah terbukti menghilangkan rasa kemanusian.

Sebagai bukti, sekarang juga banyak terjadi pembantaian, Seperti contoh bom bunuh diri yang terjadi disebuah tempat ibadah di Surabaya beberapa waktu lalu, terkait hal ini belum ada kejelasan yang kongkrit apakah pelaku tersebut menganut paham radikalisme? Kalau kah iya , pemerintah atau instansi terkait harus menyikapi permasalahan ini dengan serius untuk menangkal paham radikalisme yang sedang merajalela dinegara demokrasi ini.

Oleh karenanya, dalam hal menangkal perlunya peran aktif baik dari pemerintahan maupun lembaga lembaga, keterlibatan komunitas masyarakat terutama di lingkungan lembaga pendidikan, keluarga dan lingkungan masyarakat. Serta generasi muda sendiri sangat penting berperan aktif dalam mencegah paham radikalisme yang sedang terjadi.

Munculnya suatu kelompok radikal sangat terkait dengan isu-isu kemiskinan, kesenjangan sosial, ketidakadilan ekonomi dan politik. Pelaku elite politik yang tidak akomodatif terhadap kepentingan masyarakat, dan mengabaikan kepentingan masyarakat.

Jadi, praktik paham radikalisme secara tidak langsung berfungsi untuk menghilangkan rasa kemanusian yang ada pada diri manusia karna akhir dari praktik ini selalu berujung pada aksi pengeboman,pembunuhan dan penyanderaan. Dibutuhkan keterlibatan seluruh komponen masyarakat dalam memerangi paham radikalisme demi keberlangsungan kehidupan bangsa dan Negara tercinta yang damai, adil dan sejahtera.

*)Penulis adalah mahasiswa Jurusan Kesejahteraan Sosial, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Ar-Raniry.

KOMENTAR FACEBOOK