Ditemui Para Habib, Wali Sampaikan Aceh Aman untuk Dikunjungi

Paduka Yang Mulia Wali nanggroe Aceh Teungku Malik Mahmud Al-Haytar, berfoto bersama dengan para habib yang mengunjunginya di Meuligo Wali di kawasan Lampeuneurut, Aceh Besar, Selasa (10/12/2019)

ACEHTREND.COM,Banda Aceh-Paduka Yang Mulia Wali Nanggroe Teungku Malik Mahmud Al-Haytar, Selasa (10/12/2019) menerima kunjungan sejumlah habib asal Jawa Timur yaitu Habib Abu Bakar yang didampingi Habib Mochammad, Habib Abdullah dan Habib Muhammad Edi Rusland Sabri.

Selain sebagai ajang silaturahmi, kunjungan tersebut juga bagian dari upaya mereka untuk mengetahui lebih jauh tentang sejarah Aceh. Termasuk sejarah tercapainya perjanjian damai di Helsinki pada 15 Agustus 2005. Lebih lanjut, para habib juga ingin mengetahui posisi Lembaga Wali Nanggroe Aceh.

Habib Abu Bakar mengatakan Lembaga Wali Nanggroe hanya ada di Aceh. Sehingga menarik untuk dikenali secara lebih dekat. Tujuannya tentu saja, agar para habib bisa menjelaskan secara lebih baik tentang LWN kepada masyarakat Jawa Timur.

“Lembaga Wali Nanggroe ini hanya dimiliki oleh Aceh. Tidak ada di provinsi lain di Indonesia. Maka kami silaturrahmi dan mendengar langsung dari beliau terkait kekhususan Aceh ini. Sehingga informasi-informasi yang kami dapatkan, kemudian bisa kami terangkan kepada masyarakat Jawa Timur,” ujar Habib Abu Bakar.

Habib Abu Bakar juga mengatakan, pertemuan tersebut merupakan inisiasi dirinya sendiri, karena ingin membangun ukhuwah islamiyah.

“Kita berharap pertemuan yang penuh kesan dengan Wali Nanggroe ini dapat disampaikan ke tanah Jawa,” jelasnya.

Paduka Yang Mulia Wali Nanggroe Aceh Teungku Malik Mahmud Al Haytar, kepada para habib menjelaskan secara terperinci tentang proses perdamaian antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan Pemerintah Republik Indonesia yang difasilitiasi oleh CMI yang berkedudukan di Finlandia. Paduka juga menjelaskan capaian-capaian yang sudah diraih sepanjang 14 tahun usia perdamaian yang terajiut di bumi Serambi Mekkah.

Selain itu, kepada para habib, Paduka juga mengatakan bahwa Aceh sudah sangat aman untuk dikunjungi oleh siapapun. Termasuk wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam Aceh serta hendak berwisata religi. Aceh sudah menetapkan sejumlah qanun yang mengatur tentang Syariat Islam, yang dipayungi oleh UU Nomor 11 Tahun 2006.

Paduka juga menjelaskan tentang LWN yang hanya ada di Aceh dan ada setelah terjadinya kesepakatan Helsinki.

Paduka Wali berterima kasih kepada para habib yang telah datang kepadanya dan bertanya banyak hal tentang Aceh. Dia berharap agar apa yang mereka dapatkan selama di Aceh, disampaikan kepada siapa saja yang ingin mengetahui Aceh secara lebih jauh. []

Editor: Muhajir Juli