DPRA Desak Pemerintah Aceh Bentuk Tim Task Force Gajah

Hendra Budian (empat dari kanan) sedang serius membahas perihal konflik gajah dengan warga di Bener Meriah. Foto: Ist.

ACEHTREND.COM,Banda Aceh-Wakil Ketua DPRA Hendra Budian, Rabu (11/12/2019) mendesak Pemerintah Aceh segera membentuk satuan gugus tugas (task force) penanggulangan satwa liar gajah, yang kini tingkat konfliknya dengan warga semakin tinggi.

Kepada aceHTrend Hendra Budian menyebutkan konflik antara warga dengan gajah di Kabupaten Bener Meriah semakin meningkat. Gajah liar yang dalam bahasa Aceh disebut gajah keng, sudah membuat masyarakat di kabupaten hasil pemekaran dengan Aceh Tengah, harus mengungsi.

“Warga yang harus mengungsi karena diteror oleh gajah liar adalah di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Bener Meriah. Ini bukan sesuatu yang biasa saja. Tapi ada masalah serius,” ujarnya.

Hal itu disampaikan oleh Hendra, saat menerima kunjungan tim KLH, BKSDAdan CRU Peusangan, di ruang kerjanya.

Kepada tim tersebut, Hendra mengatakan Pemerintah Aceh harus sesegera mungkin membentuk satuan gugus tugas penanggulangan gajah liar. Tim task force tersebut harus diisi oleh utusan Bappeda, Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian, BPBA, BKSDA bupati dan CRU.

“Semua komponen ini harus segera duduk bersama dan dipimpin langsung oleh Kepala Pemerintah Aceh, agar penyelesaian kasus konflik gajah di Kabupaten Bener Meriah bisa selesai secara permanen. Kita tidak bisa lagi mengambil tindakan yang bersifat temporer, karena akan menimbulkan masalah lagi di kemudian hari,” kata Hendra.

Ia melanjutkan, secara pribadi, politisi Partai Golkar tersebut sudah berkoordinasi dengan Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup, BKSDA dan Tim CRU Peusangan. “Kami sepakat bahwa harus ada penyelesaian yang komperehensif dan menyeluruh, serta tim ini nantinya akan bekerja cepat mengingat situasi sudah bisa dikategorikan darurat satwa liar,” imbuhnya.