Sebut Aceh Daerah Paling Tak Toleran, Fadhil Rahmi: Kemenag Ngawur

Anggota DPD RI, Teungku Fadhil Rahmi, Lc.

ACEHTREND.COM, Jakarta- Hasil survey Kementerian Agama Republik Indonesia, yang dirilis Rabu (11/12/2019) menempatkan Aceh di nomor paling bawah sebagai daerah dengan Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) untuk tahun 2019. Aceh hanya memperoleh peringkat 34 dengan skor 60,2. Sedangkan tiga daerah tertinggi skor KUB adalah Papua Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Bali.

Senator Aceh yang kini duduk di DPD RI, Teungku Fadhil Rahmi, kepada aceHTrend, Rabu (11/12/2019) malam menyebutkan hasil survey yang diterbitkan oleh Kemenag yang kini dipimpin oleh Fachrul Razi, merupakan sesuatu yang ngawur.

Mengutip pernyataan Fachrul Razi, bahwa KUB adalah keadaan atau kondisi kehidupan umat beragama yang berinteraksi secara harmonis, toleran, damai, saling menghargai, dan menghormati perbedaan agama dan kebebasan menjalankan beribadah masing-masing,maka alumnus Universitas Al-Azhar, Mesir itu mengatakan apa yang dirilis oleh Kemenag merupakan sesuatu yang di luar akal sehat.

Fadhil Rahmi mengatakan, sejak dulu, tidak ada persinggungan antar umat beragama di Aceh. Umat beragama di luar Islam paling aman menetap di Serambi Mekkah.

“Adakah umat non muslim yang dilarang beribadah di rumah ibadahnya? Adakah di Aceh umat Islam merongrong keberadaan gereja? Kan tidak ada. Mereka semua diperlakukan dengan baik di Aceh. Keyakinan mereka dihormati oleh umat muslim di Aceh,” ujar Fadhil Rahmi.

Bukan hanya di bidang peribadatan, di sektor ekonomi juga demikian. Tidak ada satupun warga Aceh yang non muslim, diperlakukan diskriminasi di sini. “Tidak ada yang menganggu usaha mereka. Semua mendapatkan peluang yang sama di sini [Aceh],” ujarnya lagi.

Demikian juga di sektor sosial. Tidak ada pemaksaan bagi non muslimah untuk memakai jilbab. “Lihatlah, di sekolah-sekolah dan di tempat umum. Bagi non muslimah tidak diwajibkan [dipaksakan] untuk memakai jilbab. Jadi dimananya Aceh tidak toleran?” tanya Fadhil Rahmi.

Bila pun ada konflik antar umat beragama, hanya terjadi di Aceh singkil. Hal tersebut pun sudah selesai jauh-jauh hari dan berhasil dilokasilir sehingga tidak merembes ke luar Singkil.

Ambil Hikmah

Pada kesempatan itu, Fadhil Rahmi mengajak seluruh komponen untuk mengambil hikmahnya saja. Bahwa umat Islam di Aceh dituntut untuk semakin memperkuat tenggang rasa dan lainnya.

“Tak perlu dipolemikkan. Kita ambil ibrahnya saja. Kita tingkatkan rasa saling peduli, saling menghargai dan lebih toleran lagi. Tidak usah terpancing untuk lebih reaktif,” imbuhnya.

Baca berita terkait:Dari 34 Propinsi, Aceh di Nomor Akhir Indeks Kerukunan Beragama