Aceh Masih Paling Miskin, Jangan Dulu Bangga

Oleh Syahril Ramadhan*

Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh pada maret 2019, merilis jumlah pengangguran di Aceh tahun 2019 menurun 6.20 persen dari tahun sebelumnya (2018) 6.38 persen.Tentu hal ini merupakan sinyal positif bagi masyarakat Aceh,di mana kondisi lapangan kerja di Aceh saat ini sedang mengalami peningkatan.

Meski demikian kita tak patut terlalu bangga, dikarenakan kondisi Aceh saat ini masih di posisi provinsi termiskin di Sumatera. BPS merilis pada Maret 2019 angka kemiskinan di Aceh saat ini mencapai 819 ribu jiwa atau 15,32 persen. Tentu ini bukanlah raport positif bagi masyarakat Aceh khususnya bagi yang sedang menduduki tahta kepemimpinan di bumoe Seuramoe Mekkah (sapaan akrab Aceh). Banyak pekerjaan rumah (PR) sang pemegang kasta kepemimpinan di Aceh yang harus dilakukan, agar tak lagi menjadi yang termiskin di Sumatera.

Sebenarnya Provinsi Aceh bukan sedikit lapangan pekerjaan. Ada beberapa lapangan pekerjaan diisi oleh Tenaga Kerja Asing (TKA). Di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Nagan Raya misalnya,Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Aceh menyatakan ada 23 tenaga kerja asing yang bekerja di perusahaan tersebut. Itu baru hanya satu perusahaan besar. Belum lagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ataupun swasta lain yang ada di Aceh.

Tentu dalam menyikapi hal ini Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Aceh tak akan tinggal diam. Intansi tersebut akan memprioritaskan pekerja lokal dari pada pekerja asing. Contoh nya KADISNAKERTRANS Aceh Tengah, dirilis dari detik.com menyatakan tak ada lagi TKA di lahan PT.Tusam Hutani Lestari.

Menurut penulis yang bahwa sekarang ini pemerintah sedang berupaya seoptimal mungkin guna mengurangi angka Pengangguran dan jumlah kemiskinan di Aceh. Itu semua dibuktikan dengan menurunya angka pengangguran dan kemiskinan di Aceh walaupun Aceh masih sangat jauh dari kesejahteraan.

Maka dengan kondisi saat ini, penulis berharap agar seluruh masyarakat mulai dari golongan muda mulai dari lulusan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) sampai lulusan Perguruan Tinggi (PT) mampu bersaing dengan orang asing dalam memanfaatkan peluang kerja yang selama ini diupayakan oleh pemerintah, sehingga dapat terbentuknya bumi Aceh yang menang dalam perekonomian dan pembangunan.

*)Mahasiswa Jurusan Kesejahteraan Sosial, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Ar-Raniry, Banda Aceh.

KOMENTAR FACEBOOK