Ahok Diminta Usut Anggaran Lahan Milik Warga Blang Lancang di PT Pertamina

@aceHTrend/Mulyadi Pasee

ACEHTREND.COM, Lhokseumawe – Ratusan masyarakat yang tergabung dalam Ikatan Masyarakat Blang Lancang (Ikbal) mengepung kawasan eks PT Arun LNG di Kota Lhokseumawe, Senin (17/12/2019).

Dalam aksi itu massa meminta Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok mengaudit anggaran prasarana dan sarana lahan milik masyarakat yang tergusur sejak 1974. Anggarannya sudah ada di Pertamina sejak tahun tersebut.

Ketua Umum Ikbal, Teuku Sultan Jufri Mahmud Syah Alam, kepada awak media usai orasi di depan pintu eks PT Arun LNG mengatakan, pihaknya mendesak komisaris Pertamina segera mengambil tindakan menyelesaikan tanah mereka yang sudah puluhan tahun berlarut-larut.

Ia menambahkan, sesuai hasil rapat di Kantor Sekretariat Kabinet Gedung III pada 2 Agustus 2015 yang dipimpin Deputi Bidang Kemanusiaan dan Kebudayaan, Pemerintah Aceh wajib membayar sebagian lahan yang belum dibayar oleh Pertamina.

“Tapi pemerintah hingga saat belum merespons dari hasil rapat tersebut. Selain itu kita meminta kepada Presiden Jokowi untuk mengevaluasi Dana Otonomi Khusus Aceh. Bahkan mendesak Jokowi segera memberikan dana otonomi khusus di atas tanah leluhur kami di Blang Lancang,” ujarnya.

Ia menegaskan jika aksi ini juga tidak direspons, mereka akan melakukan aksi lanjutan. Amatan aceHTrend di lokasi, terlihat para emak-emak dan anak-anak ikut menyuarakan dan memperjuangkan aspirasi tanah leluhurnya sembari membawa bendera merah putih dan membentang spanduk-spanduk berisi kritikan.

Massa juga mendirikan tenda serta memasak dan makan bersama sembari menunggu pihak perusahaan menjumpai mereka. Bahkan personel kepolisian dibantu aparat TNI turut melakukan pengamanan.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK