Polresta Banda Aceh Musnahkan 439,81 Gram Sabu

@aceHTrend/Taufan Mustafa

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Polresta Banda Aceh kembali memusnahkan barang bukti narkotika jenis sabu yang dilakukan di Lapangan Indoor Mapolresta Banda Aceh, Kamis sore (19/12/2019).

Adapun barang bukti yang dimusnahkan dari 485,02 gram sabu yang disita dari pelaku, yang dimusnahkan sebanyak 439,81 gram. Sisanya sebanyak 45, 21 gram sedang diuji di Laboratorium Forensik Cabang Medan. Dalam pemusnahan itu ada empat tersangka kurir sabu tersebut turut dihadirkan.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto mengatakan, narkotika jenis sabu tersebut merupakan hasil pengungkapan kasus pada bulan Oktober 2019, ditangkap pada saat keempat tersangka tersebut membawa sabu ke Jakarta melalui bandara.

“Setelah sabu tersebut ditetapkan oleh Kejari Banda Aceh untuk dimusnakhkan, maka kita melakukan pemusnahan pada hari ini,” kata Trisno.

Untuk proses penanganan perkara pada para tersangka, berkasnya sudah diserahkan tahap pertama, tinggal menunggu keputusan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU), kapan menuju ke P21.

“Tentunya kita juga sedang menunggu hasil forensik dari laboratorium, sementara untuk ancaman hukuman kita kenakan pasal 112, ancamannya sampai 20 tahun msksimal,” sebutnya.

Ia menambahkan, asal barang tersebut dari hasil pemeriksaan berasal dari Samalanga, Kabupaten Bireuen, dan satu orang DPO juga masih di cari hingga sekarang.

“DPO satu orang masih kita cari, sehingga dalam hal ini kita butuh dukungan dari masyarakat untuk mengungkap jaringan peredaran narkoba tersebut, bahkan hingga ke seluruh Aceh,” sebutnya.

Untuk perbandingan setiap tahunnya, di tahun 2018 hingga tahun ini memang ada peningkatan terhadap kasus narkotika, sehingga masih ada peredarannya.

“Meskipun tidak terlalu signifikan, paling penambahannya sampai 30 perkaralah, untuk pelaku di tahun ini ada sebanyak 338 pelaku yang ditangani sampai sekarang, dibanding tahun lalu sekitar 290 orang lebih yang ditindak, itu dengan berbagai pasal yang di sangkakan,” katanya.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK