Tak Ingin Baper, Korea Utara Cabut Moratorium Pengembangan Nuklir

Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un. (KCNA via KNS/AFP)

ACEHTREND.COM,Pyongyang- Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, Rabu (1/1/2020) mengatakan pihaknya akan terus melakukan pengembangan nuklir, dan akan memperkenalkan senjata strategis baru dalam waktu dekat. Pemerintah Korut dengan sendirinya akan mencabut moratorium pengembangan nuklir yang sempat ditandatangani bersama Amerika Serikat pada tahun lalu.

dikutip dari media pemerintah Korut KCNA, Kim Jong Un mengatakan keputusan tersebut diambil setelah pihak Amerika Serikat menganggap sepele perundingan lanjutan tentang denuklirisasi, yang hingga kini belum dilakukan.

Menurut Kim, Pemerintah Amerika telah memperlakukan Korut secara semena-mena. Di mata Amerika, Korut seperti anak kecil yang bisa dipermainkan. Perilaku Amerika yang seperti preman, menurut Kim telah menghina dirinya.

“Dengan seenaknya mereka melanjutkan latihan militer bersama Korsel,mengabikan tenggat waktu lanjutan perundingan, serta menjatuhkan sanksi [kepada Korut]. Memang mereka [Amerika] itu siapa?,” kata Kim Jong Un.

Dengan demikian, menurut Kim Jong Un, tidak alasan bagi Korea Utara untuk melanjutkan moratorium.

“Dunia akan menyaksikan senjata strategis baru yang akan dimiliki oleh DPRK dalam waktu dekat,” kata Kim, menggunakan akronim untuk nama resmi Korea Utara, Republik Rakyat Demokratik Korea.

Beberapa jam setelah pernyataan Kim, Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada wartawan Kim telah menandatangani kontrak tentang denuklirisasi dan bahwa dia pikir pemimpin Korea Utara itu adalah “orang yang suka bicara.”

“Kim telah menandatangani kontrak denuklirisasi. Ditandatangani di Singapura. Kami akan cari tahu mengapa dia mengatakan demikian,” kata Trump, yang kini sedang menghadapi upaya penjatuhannya dari kursi presiden.

Sementara itu, secara terpisah, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan dia berharap Korea Utara akan memilih perdamaian dan kemakmuran daripada konflik dan perang.

Kim sebelumnya mengatakan dia mungkin harus mencari “jalan baru” jika Washington gagal memenuhi harapannya.[]

Sumber: Aljazeera, Reuters

KOMENTAR FACEBOOK