Capaian PAD Bireuen Lampaui Target Pemerintah

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Bireuen Zamri ,SE., melalui Kabid Pendapatan, Hendri Maulana, SIP, MSM. Foto: Rizanur untuk aceHTrend.

ACEHTREND.COM,Bireuen- Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bireuen yang dicanangkan oleh Pemkab Bireuen melalui Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) lampaui target. Hingga 31 Desember 2019, capaian akhir yang berhasil dicapai mencapai 101,11%.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Bireuen Zamri, SE., melalui Kabid Pendapatan Hendri Maulana, SIP, MSM., Jumat (3/1/2020).

“Target pendapatan pada BPKD sebesar Rp 32.320.538.428,00. Namun capaiannya melebihi target yaitu Rp 32.588.824.305,70 atau 101,11 persen. Selisihnya mencapai Rp 358.285.877,70,” ungkap Hendri Maulana.

Ia melanjutkan, sumber pendapatan paling besar adalah pajak daerah. Dari sumber ini ditargetkan Rp 22.085.000.000 dan terealisasi Rp 22.098.406.463 (106,06 %) atau selisih Rp 13.406.463.

Disebutkannya, jenis pajak daerah yang dipungut oleh Pemkab Bireuen, yaitu pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan, pajak reklame, pajak penerangan jalan, pajak sarang burung walet, pajak mineral bukan logam dan batuan, PBB pedesaan dan perkotaan, dan BPHTB (Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan).

Kemudian target retribusi daerah pada BPKD Bireuen Rp 1.397.005.990. Angka realisasinya mencapai Rp 1.427.765.150 (102,20 %) atau selisih Rp 30.759.160 dari yang ditargetkan.

“Retribusi daerah yang kita pungut hanya tiga jenis. Pelayanan tera/ tera ulang, pemakaian kekayaan daerah dan pasar grosir atau pertokoan,” terangnya.

Pendapatan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, lanjut Kabid Pendapatan, juga memenuhi target.

Dari sumber tersebut, ditargetkan Rp 4.950.000.000 dan terealisasi Rp 4.972.440.041 (100,45 %) atau selisih Rp 22.440.041.

“Ini sumbernya dari bagian deviden atas penyertaan modal pada BUMD. Pendapatan denda pajak dan pendapatan denda retribusi,” sebutnya lagi.

Sementara lain-lain PAD yang sah ditargetkan Rp 3.798.532.438. Realisasinya mencapai Rp 4.088.884.931,70 (107,64 %) atau selisih Rp 290.352.493,70.

“Sumber penerimaannya adalah jasa giro, pendapatan denda pajak, pendapatan dari pengembalian, hasil dari pemanfaatan kekayaan daerah dan lain-lain PAD yang sah,” jelasnya.

Menurut Hendri, tercapainya target PAD tahun 2019 pada BPKD tidak terlepas dari peran masyarakat yang taat membayar pajak daerah dan retribusi daerah.

“Ke depan kita akan mengupayakan terus peningkatan pendapatan untuk daerah dari berbagai potensi yang ada,” pungkas Hendri Maulana.

Kontributor Informasi: Rizanur