Bisa Dicoba, 5 Trik Atasi Stres Kerja di Tahun 2020

Ilustrasi

Bekerja dengan nyaman dan tanpa stres mungkin jadi keinginan banyak orang di tahun 2020. Sebuah survei oleh American Psychological Association mengungkapkan bahwa 61 persen responden menemukan pekerjaan menjadi sumber stres. Hanya sedikit pekerjaan yang bisa bebas stres, tetapi kita bisa mengatasi agar tekanan kerja ini tak berdampak negatif bagi kesejahteraan mental.

1. Cari penyebab stres kerja

Sangat mudah tersesat dalam kebingungan. Untuk mengatasi apa yang menyebabkan ketegangan, Dr. Sherry Benton, pendiri dan kepala sains di TAO Connect, menyarankan untuk mengambil langkah mundur dari semuanya dan merenungkan penyebab spesifik dari stres kerja yang dialami. Apakah rekan sekantormu mau bekerjasama dengan baik? Apakah kamu punya cukup waktu untuk menyelesaikan proyek? Apakah bersumber pada ratusan email yang belum dibaca?


“Begitu kamu mengidentifikasi sumber stres, tanyakan pada diri sendiri beberapa pertanyaan ini: apa yang saya katakan pada diri saya tentang situasi itu? Apakah pikiran saya sebanding dengan apa yang sebenarnya terjadi, atau apakah pikiran saya melebih-lebihkan situasi? Apakah ada sesuatu tentang situasi saya? dapat berubah? Apa yang sebenarnya ada dalam kendali saya dan apa yang tidak? ” kata Dr. Benton.

Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, kamu akan lebih mampu mengubah pikiran yang menyebabkan stres.

2. Ingat apa yang disukai

Mungkin kamu membenci spreadsheet excel dan grafik – sakit kepala tegang adalah petunjuk konsisten dari tubuh. Tapi bagaimana dengan aspek menyenangkan dari pekerjaan yang kamu sukai? Luangkan waktu untuk merenungkan pertanyaan itu.

“Ketika orang terhambat oleh stres di tempat kerja, sulit untuk mengingat apa yang sebenarnya kamu nikmati dari pekerjaanmu,” kata Amy Kaplan, LCSW dan seorang psikoterapis dengan PlushCare.

“Tuliskan hal-hal yang kamu suka tentang pekerjaanmu, kemudian temukan cara yang dapat menambah hal-hal positif ini,” kata Kaplan.

Tidak dapat memikirkan hal yang benar-benar kamu sukai tentang pekerjaanmu? Kaplan menyarankan untuk memikirkan apakah suatu pekerjaan baru mungkin ccok untukmu, dan jika demikian, buat rencana untuk perubahan itu.

3. Gunakan waktu istirahat

Kaplan menyarankan agar kita menggunakan waktu istirahat secara strategis. Alih-alih makan siang di meja, mungkin mengubah lokasi makan siang atau berjalan-jalan di luar sambil mengasup salad, menelepon teman, atau membaca satu bab buku.

“Istirahat itu penting, jadi apa pun yang dapat kamu lakukan untuk membuat pikiranmu jeda selama istirahat dapat membantu sisa hari kerja tampak lebih mudah dikelola,” kata Kaplan.

Hal penting yang harus diingat: hindari tetap duduk di meja kerjamu dan cobalah untuk tidak memeriksa email pekerjaan selama istirahat.

4. Stop membawa stres kerja ke rumah

Meninggalkan stres kerja di kantor lebih sulit daripada kedengarannya. Tetapi Kaplan mengatakan, mengatur ulang rutinitas di penghujung hari bisa membantu mengurangi stres.

“Sebelum kamu pulang, periksa jadwal kamu untuk hari berikutnya sebelum berjalan keluar pintu,” katanya.

Kemudian, saat kamu dalam perjalanan pulang dari kantor, lepaskan pikiran dari semua proyek pekerjaan. Kaplan menyarankan untuk mendengarkan musik atau bertemu dengan teman dapat membantumu.

Pilihan lain yang mungkin cocok adalah melakukan kegiatan lain sebelum pulang, pergi ke pusat kebugaran atau jadwalkan pertemuan rutin dengan teman-teman. Dengan cara ini, kamu akan bisa melepas semua pikiran pekerjaan sebelum melangkah ke rumah.

5. Meditasi dan Tulis Jurnal

Tingkatkan upaya bebas stres dengan memasukkan kegiatan pengurangan stres ke dalam rutinitas harian. Dr Benton menyarankan berlatih meditasi mindfulness untuk mengurangi tingkat stres, serta menambahkan olahraga ke rutinitas kebugaran.

Olahraga luar ruangan sangat membantu, tetapi bahkan berjalan kaki bisa membantu. Membuat jurnal juga merupakan kegiatan lain yang efektif mengurangi beban pikiran.

“Ketika kamu menuliskan pikiranmu dan melihatnya di atas kertas, kamu dapat lebih mengenali apa yang dibesar-besarkan atau terlalu kritis,” kata Dr. Benton.

“Dari sana, kamu dapat mencoba memodifikasi pikiranmu menjadi lebih realistis dan tidak berlebihan,” imbuhnya. Tidak yakin bagaimana memulainya? Benton menyarankan untuk membuat daftar tiga hal yang harus disyukuri setiap hari.

“Itu bisa apa saja. Mungkin kamu bersyukur untuk orang yang menahan pintu tetap terbuka untukmu atau orang yang membuatkan kopi untukmu,” katanya.

“Ketika kamu menemukan sesuatu untuk disyukuri dan membuat daftar, kamu akan mengubah koneksi saraf di otak dan mengimbangi pikiran stres dengan peningkatan jumlah pikiran positif yang mampu menguatkan diri.[] Sumber : Kompas

Editor : Ihan Nurdin