“Jabal Magnet” di Aceh Besar Hanya Fenomena Pseudo Elevasi

Mobil pengangkut air minum dari PDAM Tirta Mountala dengan bobot 9,5 ton mundur dan mengarah tanjakan di lokasi medan magnet kawasan Jalan Bukit Radar, Blangbintang, Aceh Besar, Minggu (5/1/2020). - SERAMBINEWS.COM/MISRAN ASRI

ACEHTREND.COM,Banda Aceh-Temuan “medan magnet” di Bukit Radar, Aceh Besar, Minggu (5/1/2020) diragukan oleh banyak pihak. Sejumlah goweser yang sering melintas di sana meragukan klaim Bupati Aceh Besar Mawardi Ali bahwa di kawasan tersebut ada magnet.

Dosen Universitas Syiah Kuala Dr. Muhammad Irham, Senin (6/1/2020) kepada aceHTrend mengatakan klaim adanya medan magnet di kawasan Bukit Radar, masih perlu diteliti. Karena seringkali kondisi tersebut hanyalah pseudo elevasi (tipuan pandangan mata) yang seakan-akan jalan di sana menanjak, padahal sesungguhnya menurun. Apalagi alat ukur yang digunakan hanyalah pandangan mata. Kenapa bisa demikian? Karena referensi yang digunakan adalah gunung. Seharusnya, dalam kondisi demikian, yang digunakan sebagai referensi harus laut.

Dr. Muhammad Irham menjelaskan, untuk membuktikan kebenaran ada atau tidak ada medan magnet di sana cukup mudah. Pertama, pasang water pas atau pasangkan saja tiang yang diikat dengan tali. Teknik sederhana yang digunakan oleh tukang bangunan tersebut, akan menjadi cara paling mudah untuk menjawab, apakah di sana ada kemiringan yang menurun, atau benar-benar ada medan magnet.

Hal sederhana lainnya, dengan menggunakan botol air mineral dan kelereng. Kedua benda tersebut bukan metal. Bila mengelinding juga, seperti mobil yang digunakan untuk ujicoba, maka dengan sendirinya klaim adanya medan magnet di sana akan terbantahkan.

“Saya belum ke sana. Tapi saya meyakini bahwa itu hanyalah pseudo elevasi,” ujarnya.

Dr. Irham juga menyebutkan, dalam hukum newton 1, dapat dipahami bahwasanya suatu benda akan berusaha mempertahankan keadaannya ataupun posisi awalnya yang ia miliki. Di mana, benda yang awalnya diam akan berusaha untuk tetap diam. Begitu juga jika benda yang awalnya bergerak akan berusaha untuk tetap bergerak.

Selanjutnya, dalam hukum newton 2 disebutkan bahwasanya suatu gaya benda akan semakin bertambah besar jika diberikan dorongan daya yang searah dengan laju arah gaya benda tersebut. Namun, jika diberikan gaya tolak atau berlawanan arah dari gaya benda tersebut, maka akan memperkecil atau memperlambat dari laju gaya benda tersebut.

“Untuk memahami secara lebih mudah, tamsilannya seperti kita mendorong mobil. Awalnya sangat lambat, tapi pelan-pelan akan kencang seiring akselerasi yang terjadi. Demikian juga fenomena di sana. Pertama bergerak pelan-pelan. Semakin jauh jangkauan maka semakin cepat pula gerakan, yang seakan-akan ditarik oleh magnet,” imbuhnya.

Di akhir wawancara, Dr. Irham mengatakan, untuk memberikan kepastian, pihak berkompeten perlu melakukan penelitian. Sesederhana apapun riset yang dilakukan akan sangat berguna untuk memberikan kepastian kepada publik.

KOMENTAR FACEBOOK