Memahami Penyakit Psikosomatis

Ilustrasi

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Pernahkah kamu merasakan sakit kepala seperti migrain yang sangat hebat, tapi hasil klinis pemeriksaan dokter menyatakan bahwa kamu sehat dan tidak mengalami masalah fisik apa pun. Sakit itu muncul secara berulang setiap kali kamu merasa tertekan dan banyak pikiran.

Inilah yang dinamakan dengan penyakit psikosomatis, yaitu suatu kondisi di mana pikiran (psyche) memengaruhi tubuh (somato). Istilah psikosomatis pertama kali dikenalkan oleh Flanders Dunbar, seorang psikiater di awal tahun 1940-an, tidak lama setelah Hans Selye mengenalkan konsep stres.

Penyakit psikosomatis adalah sakit fisik yang disebabkan oleh faktor psikologis (psikogenik) yang dapat memengaruhi organ tubuh seperti sakit kepala, mual, gatal-gatal, asma, pingsan, dan bahkan stroke. Kondisi ini akan semakin parah bila faktor psikologis bermasalah.

Berdasarkan penjelasan dalam buku yang ditulis oleh Dr. Adi W. Gunawan, The Miracle of Mind Body Medicine, faktor fisiologis terbagi menjadi tiga kelompok utama, yaitu karakteristik pribadi, kondisi psikologis, dan stres karena lingkungan.

Gejala yang muncul pada penyakit psikologis benar-benar nyata dialami dan dirasakan oleh penderitanya. Namun gejala ini berakar pada faktor psikologis bukan fisik atau organik. Orang yang mengalami penyakit ini, untuk mencari tahu penyebab sakitnya, biasanya menjalani pemeriksaan intensif dan evaluasi medis menyeluruh. Namun, tidak berhasil menemukan akar masalah penyakitnya.

Pakar Hipnoterapi, Charless Tebbetts menyebutkan bahwa penyakit psikosomatis ini muncul pada level pikiran bawah sadar. Saat tubuh mengalami tekanan mental berlebih yang disebabkan oleh emosi destruktif (merusak) seperti marah, benci, dendam, takut, dan perasaan bersalah, pikiran bawah sadar akan mengirimkan pesan ke otak untuk memunculkan rasa sakit.

Begitu pula saat seseorang mengalami situasi atau masalah yang sangat sulit untuk diselesaikan. Maka pikiran bawah sadarnya mencari cara untuk mengatasi situasi yang tidak dapat diatasi. Salah satu caranya adalah dengan memunculkan penyakit psikosomatis seperti sakit kepala yang hebat dan mengakibatkan kelumpuhan sehingga membebaskannya dari tanggung jawab besar. Hal ini juga sebagai upaya tubuh untuk lari dari suatu situasi yang dipersepsikan sebagai sumber masalahnya.

Penyakit yang muncul akibat masalah tersebut menjadikan seseorang terbebas dari situasi yang tidak bisa diatasi dengan cara lain. Dengan adanya sakit tersebut maka orang-orang akan bersimpati kepadanya sehingga ia akan terhindar dari berurusan dengan masalah yang sesungguhnya.

Bila trategi ini terbukti efektif dan berhasil, maka besar kemungkinan sesorang itu akan memunculkan pola perilaku yang sama di kemudian hari saat berhadapan dengan situasi yang sama atau mirip dengan situasi sebelumnya.

Dan bila hal tersebut terus berulang, maka akan tertanam dalam pikiran bawah sadar. Pikiran inilah yang akan memengaruhi kondisi fisik tubuh bila menghadapi situasi atau masalah yang tidak bisa teratasi. Untuk dapat memahami bagaimana pikiran memengaruhi tubuh hingga mengakibatkan tubuh menjadi sakit, kita perlu memahami cara kerja pikiran. Salah satunya dengan memunculkan pikiran positif, baik dengan menggunakan cara hipnoterapi, sugesti positif, atau mendatangi psikiater untuk membantu menangani masalah sesungguhnya.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK