Tiga Wakil Ketua DPRA Tidak Hadir, Rapat Penentuan AKD Kembali Ditunda

@aceHTrend/Taufan Mustafa

ACEHTREND.COM,Banda Aceh- Ketua DPR Aceh, Dahlan Jamaluddin mengatakan akan menjadwalkan kembali lanjutan rapat paripurna penetapan anggota Alat Kelengkapan Dewan (AKD) pada Selasa (7/1/2020)

Hal ini disampaikan Dahlan Jamaluddin menyikapi ketidakhadiran wakil pimpinan DPR Aceh, Dalimi dan Hendra Budian dengan agenda penjadwalan lanjutan rapat paripurna penetapan anggota Alat Kelengkapan Dewan (AKD) DPR Aceh.

“Dari hasil kesimpulan rapat tadi, kita akan skedul ulang pada Selasa besok,” ujar Ketua DPR Aceh, Dahlan Jamaluddin ketika dikonfirmasi aceHTrend via telepon, Senin (6/1/2010).

Dahlan menjelaskan, sekira pukul 10.00 WIB tadi, ia sudah menginstruksikan kepada Sekretaris Dewan untuk kembali menghubungi Wakil Pimpinan DPR Aceh, yaitu Dalimi dan Hendra Budian untuk diminta kembali hadir dalam rapat tersebut. Dari hasil konfirmasi Sekwan, kata Dahlan lagi, keduanya masih belum dapat hadir mengikuti rapat.

“Tadi Pak Dalimi ketika dikonfirmasi ada kegiatan lain yang bersifat urgent, sehingga tidak dapat hadir. Begitu juga Hendra Budian katanya masih berada di luar kota, sore atau malam ini katanya baru tiba kembali di Banda Aceh. Sedangkan Safaruddin saat ini sedang melaksanakan umrah,” ujar Ketua DPR Aceh, Dahlan Jamaluddin.

Politisi Partai Aceh ini berharap, jadwal rapat yang kembali dijadwalkan ulang dengan agenda rapat pimpinan DPR Aceh dengan agenda penjadwalan rapat paripurna penetapan anggota alat kelengkapan dewan. Tujuannya, agar kedua wakil pimpinan DPR Aceh yang berhalangan hadir diberikan kesempatan pada esok hari.

“Rapat ini sebagai hasil tindaklanjut terhadap rapat paripurna pada 31 Desember 2019 lalu tentang penetapan anggota alat kelengkapan dewan yang sempat deadlock dan kita skors. Akan tetapi, skors ini tidak boleh kita biarkan berlarut-larut, sehingga harus kita sepakati lagi kapan kita jadwalkan ulang. Tujuannya, agar semua anggota dewan langsung bisa bekerja maksimal sesuai dengan tupoksinya masing-masing,” ujar Ketua DPR Aceh, Dahlan Jamaluddin.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR Aceh, Dalimi ketika dikonfirmasi mengaku tidak dapat hadir mengikuti rapat tersebut. Hal ini dikarenakan ada agenda lain yang harus diselesaikan. Politisi Partai Demokrat ini menginginkan agar semua wakil pimpinan dewan hadir dalam memimpin sidang. Pasalnya, tambah Dalimi, Ketua Dahlan hanya mengikutsertakan Safaruddin saja selaku Wakil Ketua DPR Aceh. Sedangkan dirinya bersama Hendra Budian tidak dilibatkan.
“Sepertinya saudara Hendra juga ikut komplain karena tidak diikutsertakan. Hanya Safaruddin saja yang dilibatkan oleh saudara Dahlan. Saya ini keempat kita ini duduk, walaupun terkadang nanti gak cukup orangnya minimal hubungi dulu la,” ujar Dalimi.

Jika dibiarkan seperti itu, tambah Dalimi lagi, ia khawatir jika nantinya seperti pada periode sebelumnya di mana peran wakil pimpinan yang sepertinya tidak dihargai sedikitpun. Pada dasarnya pimpinan dewan, yaitu Ketua dan wakil ketua itu bersifat kolektif kolegial. Artinya, dalam hal menentukan rapat apapun, alangkah indahnya dengan etika yang baik diajak pimpinan yang lain.

“Ini sama saja saudara Dahlan selaku ketua tidak menghargai saya, sehingga terkesan one man show. Padahal ini sebagai bagian prinsip dari pimpinan DPR Aceh yang bersifat kolektif kolegial. Tapi ini bukan berarti saya benci mereka secara personal, mereka tetap kawan saya. Saya hanya ingin mengkritisi aturan saja, bukan secara personalnya,” ujar Dalimi lagi. [ ]

KOMENTAR FACEBOOK