Gugatan Irwandi Yusuf Tidak Diterima Hakim, Kuasa Hukum Lakukan Kasasi

Proses sidang gugatan Irwandi Yusuf terhadap kisruh internal PNA @aceHTrend/Taufan Mustafa

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Majelis hakim Pengadilan Negeri Banda Aceh memutuskan bahwa perkara nomor 53/Pdt.Sus-Parpol/2019/PN BNA tentang gugatan Irwandi Yusuf tidak dapat diterima dengan berbagai pertimbangan. Putusan itu disampaikan dalam persidangan yang berlangsung di Ruang Sidang Utama Candra, Selasa (7/1/2020).

Dalam sidang yang beragendakan pembacaan putusan tersebut, majelis hakim diketuai oleh Nendi Rusnedi SH bersama dua hakim anggota, Eti Astuti SH dan Mukhtar SH, memutuskan gugatan Irwandi tidak dapat diterima atau Niet Ontvankelijke Verklaard (NO).

Kuasa Hukum Irwandi Yusuf, Husni Bahri Tob, saat dihubungi aceHTrend mengatakan, keputusan hakim bukan menolak, melainkan tidak dapat diterima gugatannya, dengan begitu pihaknya akan segera melakukan upaya kasasi ke Mahkamah Agung dalam waktu dekat.

“Majelis hakim tidak menolak gugatan tersebut, tapi tidak bisa diterima gugatannya, jadi kalau keputusan seperti itu tidak ada yang menang dan tidak ada yang kalah, sehingga posisi di kepengurusan partai tetap seperti sebelum digugat, kembali seperti semula, ketua umumnya tetap Irwandi Yusuf karena keputusannya NO, tidak dapat diterima,” kata Husni.

“Putusan ini belum inkrah, masih ada upaya hukum lainnya yaitu kasasi, karena dalam perkara parpol tidak ada namanya banding, tapi langsung kasasi ke Mahkamah Agung, yang tidak puas dengan keputusan tersebut, langsung bisa kasasi, maka kita akan melakukan kasasi dalam waktu sesingkat-singkatnya, karena menurut kita pertimbangan hakim itu kurang pas, tidak pas pertimbangan hakimnya,” kata Husni.

Sementara itu, Kamaruddin SH selaku kuasa hukum Samsul Bahri alias Tiong (tergugat satu), saat dihubungi aceHTrend mengatakan bahwa Pengadilan Negeri Banda Aceh dalam sidang hari ini telah memenangkan Samsul Bahri (Tiyong) dengan memutuskan NO.

Dengan demikian katanya, Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Aceh harus segera mengeluarkan surat pengesahan Kongres Luar Biasa (KLB), di mana dalam kongres tersebut Samsul Bahri (Tiyong) sebagai ketua umum menggantikan Irwandi Yusuf.

“Kami dari Tim Kuasa Hukum Tiyong sangat berterima kasih kepada majelis hakim yang memeriksa dan memutuskan perkara tersebut, karena majelis hakim telah memutuskan perkara tersebut sesuai dengan fakta yuridis yang sebenarnya,” katanya.[]

Editor : Ihan Nurdin