WNI Reynhard Sinaga Divonis Penjara Seumur Hidup atas Kasus Kejahatan Seksual Terbesar di Inggris

Reynhard Sinaga @bbc.com

Seorang WNI bernama Reynhard Sinaga divonis penjara seumur hidup oleh Pengadilan Manchester, Inggris akibat kejahatan seksual 159 kasus perkosaan dan serangan seksual terhadap 48 korban pria. Semua perbuatan itu ia lakukan dalam rentang 2,5 tahun sejak 1 Januari 2015 sampai 2 Juni 2017.

Dalam sidang putusan yang digelar Selasa 3 Desember 2019 waktu setempat, hakim juga memutuskan bahwa Reynhard harus menjalani minimal 30 tahun hukuman baru boleh mengajukan pengampunan.

Mengutip lansiran bbc.com, Reynhard Sinaga selama ini melakukan modus operandinya dengan mendatangi tempat-tempat hiburan lalu mengajak calon korbannya yang mabuk atau tersesat ke apartemennya di kawasan pusat kota Manchester yang ditempatinya sejak 2011. Sampai di apartemen, korban lantas diberi minum yang telah dicampur dengan obat bius.

Bukan hanya itu, Reynhard juga merekam perbuatan bejatnya itu dengan durasi mulai dari satu hingga enam jam lebih. Korbannya sendiri berusia antara 17-36 tahun.

Reynhard Sinaga datang ke Inggris pada Juni 2007 untuk melanjutkan studi S2 sosiologi di Universitas Manchester. Polisi juga menyebutkan bahwa ia seorang homoseksual dan membuat desertasi tentang “Gay Asia Selatan, pria biseksual di Manchester”. Selanjutnya pada 2012 ia mulai mengambil gelar PhD di Universitas Leeds.

Apartemen Reynhard Sinaga yang menjadi lokasi tempat ia melakukan perbuatan asusila @bbc.com

Pejabat dari unit kejahatan khusus, Kepolisian Manchester Raya, Mabs Hussain, menyebutkan perkosaan berantai ini adalah, “Kasus perkosaan terbesar dalam sejarah hukum Inggris.”

Hussain mengatakan bukti menunjukkan kemungkinan korban dapat mencapai 190 orang termasuk 48 orang yang kasusnya telah disidangkan melalui empat persidangan terpisah mulai Juni 2018 sampai Desember 2019.

Ia menambahkan bukti video perkosaan yang direkam oleh Reynhard sendiri begitu banyaknya seperti layaknya “menyaksikan 1.500 film di DVD.”

Hussain juga mengatakan, “Reynhard Sinaga adalah individu bejat, yang mencari sasaran pria yang rentan yang tengah mabuk setelah keluar malam.”

Ia menambahkan tindak perkosaan yang dilakukan Reynhard bahkan kemungkinan dilakukannya dalam rentang waktu sekitar 10 tahun.

Sementara itu, Reynhard -yang menyatakan pembelaan dalam sidang pertama dan keempat- menyatakan dirinya tidak bersalah dan tidak merasa menyesal. Ia juga menyebutkan bahwa hubungan seksual dengan para pria itu atas dasar suka sama suka.

Namun dalih itu dengan mudah ditepis sebab berdasarkan video yang direkamnya korban sama sekali tidak menunjukkan partisipasinya. Bahkan ada yang dalam keadaan mendengkur. Perbuatannya terbongkar ketika salah satu korbannya ada yang terbangun saat Reynhard hendak memperkosanya.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK