Krueng Meureudu Berpotensi Jadi Lokasi Wisata Arung Jeram

Ist

ACEHTREND.COM, Meureudu – Pengurus Cabang (Pengcab) Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Pidie Jaya sukses memelopori pengarungan di Krueng Meureudu. Pengarungan pertama ini selain untuk menjelajahi keindahan sungai tersebut sekaligus untuk survei potensi wisata sungai terbesar di kabupaten tersebut.

Start kegiatan pengarungan dilakukan dari Kareung Broe, Desa Lhok Pineung, Kecamatan Meurah Dua, dan finish-nya dilakukan di jembatan Simpang Empat Meureudu Pidie Jaya,” kata Sekretaris FAJI Pidie Jaya Kal Kausar, kepada aceHTrend, Rabu (7/1/2020).

Kegiatan ini juga turut dihadiri oleh Pengcab FAJI Bireuen, Pengcab FAJI Lhokseumawe, Gainpala Ar- Raniry, Kopala Pidie, Bentang Adventure Bireuen, dan masyarakat Lhok Sandeng dan Sarah Mane.

“Di sepanjang lokasi, terdapat dua buah bangunan tanggul irigasi yang membentang memotong badan sungai, irigasi pertama berada di Lhok Sandeng, dekat setelah start pertama dan irigasi kedua berada di Desa Seunong Meurah Dua, di dekat lokasi finish,” katanya.

Ia menambahkan, pada bagian bangunan irigasi tersebut, setelah ditinjau dari jarak dekat, terdapat banyak tonjolan besi, sehingga tim harus mengangkat perahu karet untuk melewati bangunan irigasi tersebut.

“Akhirnya tim memutuskan untuk porteging untuk melintasi irigasi tersebut, insya Allah tidak ada kendala di jalur, cocok untuk pengarungan wisata atau fun rafting,” tambah Kausar.

Total jarak pengarungan kemarin kata Kausar, dari perhitungan sederhana mencapai 21 kilometer, dengan jarak tempuh yang dilalui sekitar 8 jam.

“Ada dua tim yang diturunkan, menggunakan dua perahu karet, dengan anggota 16 orang, termasuk dua orang tim river boarding, sehingga dari perjalanan kita ini, dapat dipastikan Krueng Meureudu layak untuk di buatkan event arung jeram tingkat nasional, bahkan internasional,” sebutnya.

Pihaknya mengharapkan kepada pemerintah, khususnya Pemkab Pidie Jaya agar mendukung penuh dalam memajukan olah raga arung jeram Indonesia, khususnya organisasi seperti FAJI Pidie Jaya, yang berada dekat degan kawasan Krueng Meureudu.

“Kalau di sisi Krueng Meureudu terlihat masih alami, jadi tidak perlu dibenahi, paling dinas terkait perlu melakukan sosialisasi terus-menerus untuk menjaga ekosistem sungai tersebut, agar warga tidak ada aktivitas yang berdampak kerusakan ekologi, yang berakibat banjir, seperti galian C atau menyetrum ikan. Namun yang paling penting untuk menunjang dan mengoptimalkan olahraga arung jeram di Pemkab Pidie Jaya, sarana penunjang olahraga tersebut harus menjadi perhatihan lebih,” jelasnya.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK