Susunan Nama Calon Anggota Badan BMK Banda Aceh Sesuai Sistematika Abjad

Surat Walikota Banda Aceh yang dikirimkan ke DPRK, terkait susunan nama calon anggota badan BMK Banda Aceh. Listing tersebut disusun berdasarkan sistematika abjad.(Ist)

ACEHTREND.COM, Banda Aceh- Ketua Tim Seleksi (Timsel) calon anggota Badan Baitul Mal Kota Banda Aceh, Drs. Tarmisi Yahya, MM., menyebutkan bahwa penentuan delapan nama yang dikirimkan oleh Walikota Banda Aceh ke DPRK setempat, sudah sesuai aturan yang berlaku. Nama-nama yang dikirim ditulis berurutan sesuai dengan sistematika abjad.

Hal ini disampaikan oleh Tarmizi, Rabu (8/1/2020) kepada aceHTrend, untuk menjelaskan duduk perkara adanya tafsiran dari beberapa pihak, bila Walikota Banda Aceh Aminullah Usman bermain mata dengan timsel dalam penentuan calon anggota Badan Baitul Mal Kota (BMK) Banda Aceh.

“Sesuai dengan sistematika penilaian timsel, dalam surat yang kami kirimkan kepada Walikota Aminullah, memang nama Pak Asqalani berada di urutan pertama. Akan tetapi ketika nama-nama itu dipilih kembali dari 15 orang, diajukan delapan oleh Pak Walikota ke DPRK, disusunlah sesuai sistematika abjad,” ujar Tarmizi.

Tarmizi menyebutkan, timsel dan Walikota Banda Aceh, dalam menyelenggarakan seleksi calon anggota badan BMK, sepenuhnya patuh pada perintah Qanun Aceh Nomor 10 Tahun 2018 Tentang Baitul Mal Aceh. “Semua tahapan sudah sesuai dengan perintah qanun. kami bekerja on the track. Tidak ada yang bermain-main. Semuanya serius demi Banda Aceh yang lebih baik, ucap Tarmizi.

Sesuai dengan data hasil seleksi tim pansel, secara berurutan–sesuai nilai– dari nomor paling atas hingga terakhir, yaitu: Asqalani; Surya Darma; Annisa Mutia Mutmainnah; T. Iwan Kesuma; Antoni Kurnia Winata; Muzakir Hanka; Muhammad Haikal; Sadran Parulian; Muhammad Ikbal; T. Chairul Anwar; H. Hasanuddin; Aisyah M. Ali; Tgk Ridwan; Abdul Munir dan Makmun Murad.

Dari total 15 nama yang diajukan timsel ke Walikota Banda Aceh, kata Tarmizi, Walikota Aminullah Usman kemudian memilih delapan orang di antaranya untuk kemudian diajukan kepada DPRK. Perihal siapa yang dipilih, semuanya merupakan hak Walikota.

Kemudian, dalam dalam surat walikota kepada DPRK, disusunlah nama-nama calon anggota Badan BMK sesuai dengan susunan abjad. Mulai dari Abdul Munir; Aisyah M. Ali; Asqalani;H. Hasanuddin; Muhammad Haikal; Muzakir Hanka; Surya Darma; dan T. Irwan Kesuma.

“Perihal siapa yang akan masuk lima besar sebagai anggota Badan BMK Banda Aceh, tambah Tarmizi, semuanya tergantung pada hasil penilaian DPRK. Semuanya memiliki kelayakan masing-masing. Sejak tersisa 15 nama, semuanya telah memenuhi syarat untuk dipilih. Demikian juga dari delapan nama yang dikirim ke DPRK. Mereka semuanya memiliki hak yang sama dipilih sebagai anggota Badan BMK Banda Aceh. keputusan akhir ada di sana [DPRK],” ujarnya.

Sebelumnya, sejumlah pihak sejak pagi tadi, baik melalui grub WA maupun secara pribadi-pribadi, mulai mempertanyakan perbedaan nomor urut antara hasil keputusan timsel dengan nomor urut di surat Walikota Banda Aceh yang akan dikirimkan ke DPRK. Mereka mempertanyakan perihal di balik “tertukarnya” nomor urut calon anggota Badan BMK Banda Aceh.

Salah seorang yang mempertanyakan hal tersebut secara khusus melalui rilisnya adalah Usman Lamreung, akademisi Universitas Abulyatama Aceh.

“Yang menjadi ganjalan adalah rekomendasi Walikota Banda Aceh berbeda dengan hasil seleksi tim pansel. Wali Kota Banda Aceh mengusulkan nama Abdul Munir di urutan pertama, seharusnya yang bersangkutan dengan nilai di bawah 71 menempatkan posisi di bawah. Ada yang aneh dengan rekomendasi tersebut. Untuk apa juga fungsi pansel,” gugat Usman. []

Dari redaksi: Berita ini telah mengalami penyuntingan dan penambahan informasi.

KOMENTAR FACEBOOK