Mengenal Topeng Kewarasan dari Seorang Psikopat

Reynhard Sinaga @bbc.com

Indonesia dibuat geger dengan pemberitaan seorang warganya yang melakukan kejahatan pemerkosaan terbesar dalam sejarah Inggris. Pria 36 tahun yang bernama Reynhard Sinaga itu, dijatuhkan hukuman penjara seumur hidup atau minimal 30 tahun kurungan penjara atas aksinya yang tak biasa itu.

Di balik parasnya yang rupawan dengan gaya stylish, ramah, berpendidikan tinggi, dan berasal dari keluarga hartawan, tak ada yang menyangka Reynhard seorang psikopat. Ia menggunakan topeng kewarasan untuk mengelabui para korbannya.

Namun, bagaimana kita mengenal topeng kewarasan yang sering digunakan oleh penderita psikopat itu? 
Menurut Psikolog Aceh, Nur Janah Alsharafi, topeng kewarasan (The mask of sanity) yang digunakan oleh seorang psikopat memungkinkannya menampilkan diri sebagai pribadi yang sehat, waras, sukses dan memesona. Bahkan tak jarang ia dapat dengan baik memerankan diri sebagai sosok yang alim.

“Topeng yang ‘sempurna’ mampu menjungkirbalikkan fakta seorang ‘korban’ yang berubah menjadi ‘pelaku’. Selain itu, topeng ini juga dapat mengecoh masyarakat bahkan polisi sekalipun sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama dan intens untuk dapat membuka topeng tersebut,” ujar Nur Janah yang merupakan pimpinan Psikodista Kosultan Aceh kepada aceHTrend, Rabu (8/1/2019).

Dalam buku Kriminologi Suatu Pengantar yang ditulis Prof. Alam dan Amir Ilyas disebutkan bahwa seorang yang menderita psikopat terlihat mempunyai kesehatan mental yang bagus, tapi apa yang kita saksikan itu sebenarnya hanyalah suatu topeng kewarasan.

Seorang psikopat tidak menghargai kebenaran, tidak tulus, tidak merasa bersalah, atau terhina ketika melakukan kejahatan seperti mencuri, membunuh, memperkosa, dan menyiksa para korbannya. Ia berbohong dan melakukan kecurangan tanpa ada keraguan, serta melakukan pelanggaran verbal maupun fisik tanpa perencanaan.

Memang sangat sulit untuk mengungkap jati diri seorang psikopat karena keahliannya dalam membuat kamuflase menjadikannya mudah melakukan aksinya. Ironisnya kebanyakan psikopat ialah mereka yang berada di luar penjara atau rumah sakit jiwa.

Penderita psikopat (psikopati) berbeda dengan psikosis (kelainan jiwa) maupun skizofrenia (gangguan jiwa) yang tidak menyadari atau tidak mampu mengontrol perilaku, akibat gangguan jalan pikiran dan perasaannya.

Psikopat sadar penuh atas perbuatan yang dilakukannya dan menjadi kepuasan tersendiri saat melakukan kejahatan tersebut. Mereka pandai menyembunyikan korbannya sehingga akan banyak korban akibat perilakunya tersebut.

Untuk menghindari korban dari orang-orang yang menderita psikopat ini, tentu kita harus mengenal prilakunya. Belum tentu orang yang tampak diluar baik, hebat, mempesona, rapi, dan sopan menjadi tempat yang aman untuk berlindung dan berteman. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk belajar tentang kepribadian seseorang dan waspada terhadap perilaku yang dianggap menyimpang.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK