HUDA Diminta Isi Ruang Kosong Dakwah di Dunia Maya

Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Usamah El-Madny (tengah) di acara Muswil HUDA di Bireuen, Sabtu (11/1/2020). @aceHTrend/Taufik Ar-Rifai

ACEHTREND.COM, Bireuen – Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Usamah El-Madny, meminta agar Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) segera mengisi ‘ruang kosong’ dakwah di Aceh. Ruang kosong yang dimaksud Usamah adalah sekitar 60% masyarakat Aceh, terutama mileninal yang tidak belajar agama di dayah dan tidak ikut pengajian yang dilaksanakan ulama dayah, tetapi mereka adalah muslim dan muslimat yang sangat antusias belajar ilmu agama.

Namun karena mereka ini melek teknologi informasi sehingga lebih senang belajar agama dengan mengambil referensi dari internet.

Hal itu disampaikan Usamah saat menjadi narasumber dalam Musyawarah Wilayah HUDA yang berlangsung di Aula Wisma Bireuen Jaya, Bireuen, Sabtu (11/1/2019).

Menurut Usamah, ruang kosong itu selama ini belum maksimal memanfaatkan ulama dayah. Karenanya, Usamah mengharapkan HUDA dengan segenap jejaringnya agar mengisi kekosongan dakwah tersebut.

HUDA harus terus memperbanyak dan melipatgandakan dakwah di dunia maya. Dengan begitu, masyarakat dapat mengakses ilmu agama dari ulama dayah dengan mudah setiap waktu.

Kondisi saat ini lanjut Usamah, ketika masyarakat mendapatkan persoalan agama, tidak semua mereka bertanya langsung kepada ulama, tetapi sebagian mereka langsung mengakses dunia maya mencari jawaban terhadap persoalan agama yang mereka hadapi.

Karena itu, agar tidak banyak terjadi kegaduhan di internal masyarakat Aceh dalam hal agama, ulama dayah perlu segera memperbanyak pendapat-pendapat pembanding dalam bentuk video yang dengan mudah dapat diakses masyarakat.

Kata Usamah, hari ini dengan kemajuan teknologi informasi, ulama dayah dapat memberi pencerahan kepada masyarakat tanpa harus bertemu langsung dalam sebuah forum Pengajian seperti hari ini.

“Ya, lewat dakwah di dunia maya,” tegas Usamah.

Menurut Usamah penyediaan konten agama dari kalangan dayah di dunia maya sudah mulai ada, tapi belum maksimal. Usamah memberi contoh video pengajian Abu Mudi, Ayah Sop, dan lain-lain.

“Alhamdulillah perbuatan kita sudah mulia, tapi serangan udara itu harus terus kita lipatgandakan dari waktu ke waktu,” kata Usamah.

Usamah juga menceritakan bagaimana strategi Ayatullah Rohullah Khomaini melakukan pencerahan kepada rakyat Iran pada tahun 70-an lewat tekanan videonya agar rakyat Iran melawan rezim Syiah Iran.

“Dari pedalaman Perancis Khomaini merekam pidatonya lalu mengirim ke Iran, tidak lama kemudian dengan spirit rekaman pidato Khomaini dari pengasingan itu Syiah Iran berhasil dijatuhkan,” cerita Usamah.

Usamah menekankan bahwa penyediaan konten dakwah di dunia maya amat penting, agar (kekosongan) itu tidak digunakan pihak lain, yang akan memunculkan ketidakharmonisan di tengah masyarakat.

Ketua PB HUDA, Tu Sop, juga sepakat dengan apa yang disampaikan Usamah.

Menurut Tu Sop banyak masyarakat yang tidak belajar langsung di dayah. Oleh karena itu dayah harus memfasilitasi konten-konten ilmu agama dengan formulasi khusus agar kebutuhan umat akan ilmu agama terpenuhi.

“Ya, salah satunya melalui menyediakan konten referensi ilmu agama di dunia maya,” pungkas Pimpinan Dayah Babussalam Al-Aziziah, Jeunieb ini.[]

Editor : Ihan Nurdin