Usamah Sebut Keterlibatan Ulama Dalam Pembangunan Aceh Sangat Mutlat

Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Usamah El-Madny (tengah) di acara Muswil HUDA di Bireuen, Sabtu (11/1/2020). @aceHTrend/Taufik Ar-Rifai

ACEHTREND.COM, Bireuen – Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil). Muswil yang mengusung tema “memperteguh kiprah ulama untuk menguatkan kehidupan beragama umat” itu berlangsung di Aula Wisma Bireuen Jaya, Bireuen, Sabtu (11/1/2020).

Muswil tersebut menghadirkan pemateri, yaitu Ketua Umum HUDA, Tgk H Muhammad Yusuf A Wahab alias Tu Sop Jeunieb dan Kadis Pendidikan Dayah Aceh, Usamah El Madny.

Usamah El Madny dalam kesempatan itu menyampaikan, keberadaan HUDA sangat penting dalam menjaga eksistensi sekaligus berperan dalam menyelesaikan berbagai problematika umat. HUDA diharapkan berperan penting dalam menyatukan umat agar tidak terkotak-kotak.

Usamah berharap, HUDA selalu menjadi mitra strategis Pemerintah Aceh karena saran-saran dan pendapat ulama sangat dibutuhkan dalam membangun Aceh.

“Terbukti, selama ini banyak menyumbangkan ide-ide kepada Pemerintah Aceh yang diaplikasikan dengan baik oleh Pemerintah Aceh,” ujar Usamah El Madny yang juga alumnus Dayah Darul Ulum Lueng Ie, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar ini.

Usmah menjelaskan, Aceh harus dibangun secara bersama-sama. Oleh karena itu, tambah Usamah lagi, keterlibatan dan sekaligus eksistensi ulama dayah dalam mengisi pembangunan dan kemajuan Aceh adalah hal yang mutlak.

“Oleh karena itulah, peran dan eksistensi ulama dayah mutlak diperlukan. Maka abu-abu sekalian jangan pernah lelah menasihati kami. Mari kita tatap bersama kebangkitan Aceh untuk masa depan yang lebih baik,” ujar Usamah.

Hal senada juga disampaikan Ketua Umum Majelis Tanfiz PB HUDA, Tu Sop Jeunieb. Menurutnya, HUDA hadir sebagai wadah untuk mencerdaskan umat.

“HUDA berperan berada di garda terdepan dalam mengorganisir sikap umat agar tidak mudah disesatkan, supaya kehadiran dapat bermanfaat bagi kehidupan umat,” ujar Tu Sop Jeunieb.[]

Editor : Ihan Nurdin