Begini Cara Mudah Laporkan Konten Negatif dari Ponsel Anda

Ilustrasi

Sepanjang tahun 2019, Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) menerima 431.065 aduan masyarakat terkait konten bermuatan negatif yang diterima melalui layanan pengaduan konten negatif Kominfo. Informasi tersebut dirilis melalui Instagram resmi kementerian tersebut di @Kemenkominfo.

Adapun jenis konten negatif yang diadukan masyarakat, sebagaimana dikutip aceHTrend dari informasi yang dirilis Kominfo tersebut, Selasa (14/1/2020), yaitu konten yang memuat informasi atau dokumen elektronik berupa pornografi, fitnah, konten yang meresahkan masyarakat, perjudian, penipuan, hoaks, SARA, perdagangan produk dengan aturan khusus, terorisme dan radikalisme, dan pelanggaran keamanan informasi.

Selain itu juga ada aduan terkait konten-konten berbau separatisme atau oraganisasi berbahaya, pemerasan, pelanggaran hak atas kekayaan intelektual (HKI), konten negatif yang direkomendasikan instansi sektor, kekerasan pada anak, konten yang melanggar nilai sosial dan budaya, konten yang memfasilitasi diaksesnya konten negatif, dan penyalahgunaan obat terlarang/narkoba.

Dari sekian banyak konten bermuatan negatif yang diadukan masyarakat kepada Kominfo, enam di antaranya yang sering dilaporkan, yaitu pornografi (244.738), fitnah (57.984), konten yang meresahkan masyarakat (53.455), perjudian (19.970), penipuan (18.845), dan hoaks (15.361).

Konten-konten negatif yang sudah dilaporkan ini akan diproses oleh Tim Aduan Konten Kominfo.

Bila Anda menerima konten negatif seperti di atas, bisa dilaporkan melalui aduankonten.id, WhatsApp ke nomor 0811 9224545, Twitter @aduankonten, Facebook, dan Instagram Aduankonten Official, email aduankonten@mail.kominfo.go.id atau bisa juga dilayanan portal Kominfo di layanan.kominfo.go.id.

Jadi, silakan melaporkan konten yang dimaksud dengan menyertakan url/link, screen capture (tangkapan layar), dan kronologis atau alasan konten tersebut diblokir sebagai bukti. Bagi pihak yang melapor diharuskan juga menuliskan nama dan domisilinya.

Setelah laporan diterima oleh Kominfo, sebagai tindak lanjutnya tim verifikator akan meneruskan laporan tersebut kepada Internet Service Provider (ISP) dan mereka nantinya yang melakukan penutupan. Selanjutnya tim Automatic Identification System (AIS) yang merupakan tim pengendalian internet di Kominfo akan memblokir konten negatif tersebut.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK