Siswa SMA Sukma Bangsa Pidie Gelar Community Service dengan Membatik

Batik celup hasil karya siswa @Istimewa

ACEHTREND.COM, Sigli – Untuk memenuhi tugas akhir yang merupakan salah satu syarat kelulusan siswa SMA Sekolah Sukma Bangsa Pidie, tim community service Aceh Tenggara memberikan jasa pembuatan batik celup ikat untuk guru-guru yang mengajar di Sekolah Sukma Bangsa Pidie. Community Service adalah salah satu kegiatan pelayanan kepada masyarakat dengan cara terjun langsung ke lapangan untuk membantu masyarakat, Selasa (14/1/2020).

Melalui community service siswa bisa menerapkan tujuan dari pembelajaran selama belajar di Sekolah Sukma, yakni memiliki kecakapan sosial dan toleransi yang tinggi terhadap lingkungan sekitar. Kegiatan sosial ini biasanya dikemas dalam banyak kegiatan misalnya menggalang dana, memberikan bantuan, memberikan jasa kepada masyarakat yang membutuhkan, serta mengunjungi institusi atau lembaga tertentu seperti panti asuhan, rumah sakit, dan sebagainya.

Pada kegiatan community service kali ini, siswa Sekolah Sukma mengadakan program memberikan jasa pembuatan batik celup ikat. Pembuatan batik ini berlokasi di lapangan basket sekolah. Batik celup ikat dibuat pada kain putih yang sudah dipotong-potong sesuai dengan ukuran meja para guru-guru, karena nantinya kain ini akan dijadikan alas meja para dewan guru.

“Program batik ikat celup yang di buat oleh tim Community Service Aceh Tenggara selain bentuk memberikan jasa pembuatan batik, juga merupakan program untuk melestarikan budaya membatik yang ada di Indonesia. Hal ini dikarenakan batik adalah ikon budaya yang kaya akan simbol dan filsafat terhadap kehidupan manusia,” ujar Mauli Sofiani, anggota tim Community Service Aceh Tenggara.

Lebih lanjut, Amalia Muchtar menambahkan bahwa celup ikat adalah teknik mewarnai kain dengan cara mengikat kain sebelum dilakukan pencelupan. Ikatan yang diikat pada kain tersebut akan membentuk berbagai motif sesuai bagaimana pola mengikatnya. Tidak hanya itu, teknik celup ikat merupakan teknik mudah bagi pemula untuk belajar membatik.

“Melalui membatik siswa dapat melatih imajinasi dan kreativitas siswa pada saat mengikat pola kain batik tersebut. Kegiatan ini memberikan kesempatan yang leluasa kepada siswa dalam menciptakan karya seni sebagai pernyataan ekspresi,” ujarnya.

“Pada saat membuat batik celup ikat, siswa sangat antusias membatik dengan menggunakan kain putih polos, pewarna kain, karet telur, batu, botol air kemasan, panci, dan kompor gas untuk memanaskan air, kemudian dikeringkan,” pungkas Ilham Ramadhan Nur Ahmad, ketua tim Community Service Aceh Tenggara.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK