Tantangan Mengembangkan Pulo Aceh

Meulingge, Pulo Aceh. @travellingyuk.com

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Dosen Hubungan Internasional FISIP Universitas Almuslim Bireuen, Teuku Cut Mahmud Aziz, yang juga Inisiator Konektivitas Aceh – Andaman dan Nicobar mengatakan, bila dilihat dari kondisi geografisnya, kawasan Pulo Aceh di Aceh Besar memiliki dua sektor unggulan, yaitu pariwisata dan maritim. Konektivitas dan infrastruktur merupakan media untuk mendorong terwujudnya pertumbuhan dan pemerataan ekonomi yang berkelanjutan.

Namun, untuk mewujudkan itu semua menurut Teuku Cut Mahmud Aziz ialah dengan mengubah paradigma berpikir. Selama ini kata dia, Aceh khususnya kawasan Pulo Aceh selalu dilihat sebagai kawasan yang masuk dalam kategori 3T yaitu terpencil, tertinggal, dan terluar. Untuk mengubah itu perlu dilihat bahwa posisi Aceh sangat strategis karena berada di tengah dunia.

“Selanjutnya Pemerintah Kabupaten Aceh Besar perlu membentuk tim market intelligence, yakni kemampuan atau metode dalam memahami pasar,” kata Teuku Cut Mahmud Aziz dalam diskusi bertema Orientasi BPKS dalam Pembangunan Kawasan Pulo Aceh yang diselenggarakan oleh Ikatan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Pulo Aceh (IPPELMAPA) di Aula Rumoh PMI di Banda Aceh, Rabu (15/1/2020).

Terkait hal ini, Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) yang wilayah kerjanya mencakup Pulo Aceh berperan besar untuk memajukan wilayah ini terutama dalam melakukan konektivitas antar pulau baik melalui sarana kapal laut atau jembatan.

Sedangkan dari segi infrastruktur seperti pembangunan jembatan, jalan raya, pelabuhan, gudang, pasokan listrik, dan industri pengolahan. Pelabuhan yang ada di Pulo Aceh bisa menjadi feeder (pengumpan) bagi Pelabuhan Malahayati di Krueng Raya dan Teluk Sabang. Kawasan ini juga dinilai strategis untuk lokasi pembangunan industri pengolahan ikan.

Selain Teuku Cut Mahmud Aziz, seminar ini juga menghadirkan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPKS, Razuardi Ibrahim. Hadir juga Staf Ahli Gubernur Bidang Keistimewaan, SDM dan Kerja Sama, Darmansyah, mewakili Plt Gubernur Aceh Ir Nova Iriansyah, MT.

Sementara itu, Ketua IPPELMAPA selaku ketua panitia seminar, Muliadi Azis, dalam sambutannya mengatakan, salah satu tujuan seminar ini untuk membicarakan keseriusan BPKS dalam mengembangkan kawasan Pulo Aceh.

“Tujuan lain kita mengadakan acara ini agar terpromosinya kawasan Pulo Aceh sebagai kawasan wisata dan perikanan, yang ke depan mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat,” kata Muliadi Azis.

Dia menambahkan, selama ini pembangunan Pulo Aceh memang sudah berjalan, tetapi dari BPKS dianggap kurang berkoordinasi dengan stakeholder di Pulo Aceh sehingga berbagai pembangunan dinilai tidak tepat sasaran.

Dengan diadakannya acara tersebut, Muliadi berharap ke depan BPKS menjalin komunikasi lebih harmonis dengan stakeholder setempat sebelum melakukan pembangunan, agar setiap pembangunan bisa bermanfaat kepada masyarakat.

“Kami juga meminta kepada Dewan Kawasan Sabang memberikan teguran kepada BPKS jika ada kesalahan atau kekurangan di BPKS, agar pembangunan yang kita harapkan bisa tercapai. Begitu juga kepada Bupati Aceh Besar yang juga anggota DKS,” ujarnya.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK