Lem Faisal: Pemerintah Perlu Memperkuat Struktur Ekonomi Kerakyatan

Tgk Faisal (Foto: Serambi Indonesia)

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Besarnya dana otsus belum mampu menjadi solusi bagi Aceh untuk mengurangi angka kemiskinan. Hingga kini Aceh masih betah menduduki posisi wahid sebagai provinsi termiskin di Sumatera dengan jumlah penduduk miskin mencapai 810 ribu orang atau 15,01%.

Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, jumlah penduduk miskin di Serambi Mekah pada September 2019 berkurang 9.000 orang dibanding Maret yang mencapai 819 ribu orang atau 15,32%. Dari jumlah itu, angka kemiskinan Aceh turun 0,31%.

Baca: Muncul Spanduk Bertuliskan “Selamat Datang di Provinsi Termiskin Se-Sumatera”

Sementara jika dibandingkan dengan September 2018, jumlah penduduk miskin berkurang 21 ribu orang. Selama periode Maret-September 2019, persentase penduduk miskin di kota dan desa juga mengalami penurunan. Namun, posisi Aceh sebagai provinsi termiskin di Sumatera tetap berada pada posisi pertama.

Terkait hal ini, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tgk Faisal atau yang akrab disapa Lem Faisal mengatakan, Islam adalah agama yang menebarkan kesejahteraan kepada seluruh makhluk Allah sesuai dengan namanya.

“Islam itu kuat dengan salah satunya adalah umat Islam itu kaya-kaya. Islam agama yang melarang umatnya malas dan tidak bermanfaat untuk yang lain,” ungkap Lem Faisal saat dihubungi aceHTrend, Jumat (17/1/2020).

Oleh karena itu umat Islam dianjurkan bekerja keras sehingga bisa membantu warga lain yang kurang mampu salah satunya melalui kewajiban membayar zakat. Apalagi menurutnya kemiskinan bisa membuat seseorang lebih dekat pada kekufuran, terutama miskin ilmu. Oleh karena itu umat Islam harus terus belajar dan berusaha agar terbebas dari belenggu kemiskinan.

Baca: Agar Komitmen Investasi Properti UEA Tidak Sekadar Menggantang Asap

“Maka umat Islam harus belajar (agama) agar dia tidak membohongi orang lain dan belajar ilmu umum agar tidak dibohongi oleh orang lain,” kata Lem Faisal.

Dalam hal ini kata dia, pemerintah selaku aparatur yang telah diamanahkan untuk mengurus rakyat, harus berperan dalam menciptakan produktivitas masyarakat dan mencari solusi dalam mengatasi persoalan ekonomi umat. Salah satunya dengan terus memberikan kesadaran bagi orang-orang kaya mengenai kewajiban membayar zakat.

“Termasuk memberikan penguatan-penguatan keagamaan seperti fatwa-fatwa dan tausiyah. Maka pemerintah perlu memperkuat struktur ekonomi kerakyatan seperti hal-hal pertanian dan lain sebagainya,” pungkas Lem Faisal.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK