Muncul Spanduk Bertuliskan “Selamat Datang di Provinsi Termiskin Se-Sumatera”

Spanduk yang terpasang di Blang Bintang, Aceh Besar @foto warga

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Sebuah spanduk bertuliskan “Selamat Datang di Provinsi Termiskin Se-Sumatera” dengan tulisan “kemiskinan” berwarna merah kembali membuat warga Aceh riuh, Jumat (17/1/2020).

Sebelumnya kabar kemiskinan Aceh yang masih menjadi “juara” di Pulau Sumatra juga menjadi buah bibir setelah Badan Pusat Statistik merilis informasi tersebut pada Rabu (15/1/2020).

Foto mengenai spanduk tersebut kini juga beredar di media sosial. Dari salah satu spanduk yang tersebar di media sosial lokasinya terlihat di seputaran Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar. Lokasi tersebut berada di dekat kawasan Bandara Sultan Iskandar Muda.

Berdasarkan data dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, jumlah penduduk miskin di Serambi Mekah pada September 2019 berkurang 9.000 orang dibanding Maret yang mencapai 819 ribu orang atau 15,32%. Dari jumlah itu, angka kemiskinan Aceh turun 0,31%.

Sementara jika dibandingkan dengan September 2018, jumlah penduduk miskin berkurang 21 ribu orang. Selama periode Maret-September 2019, persentase penduduk miskin di kota dan desa juga mengalami penurunan.

Kepala BPS Aceh Wahyudin, mengatakan, komoditas makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai kemiskinan di perkotaan relatif sama dengan di pedesaan, di antaranya beras, rokok, dan ikan tongkol/tuna/cakalang. Sedangkan komoditas bukan makanan yang berpengaruh besar yaitu biaya perumahan, bensin, dan listrik.

“Penurunan angka kemiskinan Aceh nomor 7 terbesar di Indonesia. Tapi posisi kita karena provinsi lain juga sama-sama ingin supaya angka kemiskinan terus mengalami penurunan, ya kita tetap masih nomor enam secara nasional dan nomor satu di Sumatera. Masih tertinggi di Sumatera,” kata Wahyudin kepada wartawan dalam konferensi pers di Kantor BPS Aceh, Rabu (15/1/2020).

Tidak diketahui siapa yang menerbitkan spanduk tersebut, pasalnya dalam spanduk berwarna biru dengan ukuran sekitar 1×3 meter tersebut tidak tertera tulisan lain yang mengidentifikasikan orang atau lembaga yang menerbitkannya.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK