Pemko Sabang Sosialisasikan PDRA dan Penanganan Stunting bagi Aparatur

ACEHTREND.COM, Sabang – Pemerintah Kota Sabang bersama P3MD Kota Sabang didukung oleh UNICEF Perwakilan Aceh dan mitra pelaksana Flower Aceh, menyosialisasikan Pembangunan Desa Ramah Anak (PDRA) dan penanganan stunting (gagal tumbuh kembang) bagi aparatur gampong dan kader pembangunan manusia (KPM). Sosialisasi berlangsung di Aula Diskominfo Statistik dan Persandian Kota Sabang, Kamis-Jumat (16 – 17/1/2020).

Sosialisasi yang dihadiri oleh lebih dari 90 peserta dari seluruh gampong di Kota Sabang ini untuk memberikan pemahaman dan penguatan kapasitas bagi aparatur gampong, terkait pentingnya penanganan stunting dan pemenuhan hak-hak anak dalam pelaksanaan pembangunan mulai dari proses perencanaan dan penganggaran, baik di tingkat kota maupun gampong.

Tenaga Ahli Pelayanan Sosial Dasar P3MD Kota Sabang, Kurdinar, mengatakan Kota Sabang merupakan salah satu wilayah percontohan PDRA Nasional oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi bersama dengan UNICEF. PDRA berupaya untuk melihat bagaimana pembangunan gampong yang ramah terhadap anak-anak sebagai aset dan masa depan daerah dan bangsa.

“Gampong yang ramah anak tidak hanya dalam memberikan fasilitas yang memadai, namun juga melihat bagaimana perencanaan dan penganggaran Dana Gampong juga responsif dalam mengatasi permasalahan terkait anak di tingkat gampong,” katanya.

Selain itu PDRA juga memberikan ruang bagi anak untuk terlibat langsung dalam perencanaan pembangunan di gampong. Sehingga penting bagi perangkat desa, tokoh adat, pendamping desa, dan masyarakat untuk memahami pentingnya menjadikan desa sebagai ruang yang nyaman dan aman untuk tumbuh kembang generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan kreatif.

Kepala Bappeda Kota Sabang, Faisal Azwar ST, MT, dalam paparannya mengatakan bahwa mulai dari tahun 2019 yang lalu, Pemkot Sabang telah meluncurkan Program Gerakan Untuk Anak Sehat (Geunaseh) Sabang. Program ini merupakan salah satu upaya Pemkot Sabang untuk pencegahan malnutrisi termasuk stunting berbentuk transfer tunai bagi seluruh anak usia 0-6 tahun sebagai salah satu upaya pemenuhan hak anak atas kesehatan dan gizi yang optimal. 

“Program Geunaseh Sabang merupakan salah satu layanan Pemerintah Sabang dalam rangka pemenuhan kebutuhan esensial anak, tujuannya meningkatkan cakupan nutrisi yang memenuhi standar 4 bintang dan akses terhadap layanan kesehatan bagi seluruh anak sabang yang berumur 0 – 6 tahun melalui pemberian bantuan transfer tunai. Oleh karena itu, dalam pelaksanaannya, dukungan segala pihak termasuk aparatur gampong dan KPM,” kata Faisal.

Dengan adanya Program Geunaseh Sabang ini, Kota Sabang menjadi kabupaten/kota pertama di Indonesia yang memberikan proteksi sosial bagi seluruh anak usia 0-18 tahun, melanjutkan program beasiswa yang telah lebih dahulu dilaksanakan.

“Harapannya, hal ini dapat menjadi contoh bagi kabupaten/kota lain baik di Aceh maupun di seluruh Indonesia,” lanjutnya.

Pada kesempatan yang sama, Kurdinar turut menyampaikan akan pentingnya Rumah Desa Sehat (RDS) maupun Rumah Gizi Gampong (RGG) di setiap gampong dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting serta pemenuhan hak-hak anak dalam bidang layanan dasar kesehatan.

“Dengan adanya RDS/RGG, gampong dapat memfasilitasi berbagai kegiatan dan inovasi dalam bidang layanan dasar kesehatan, termasuk pencegahan dan penanganan stunting yang dianggarkan melalu Dana Gampong. Dengan adanya RDD/RDS, gampong juga akan memiliki ruang literasi kesehatan, pusat penyebaran informasi kesehatan dan adanya forum advokasi kebijakan di bidang kesehatan,” ujarnya.[]

KOMENTAR FACEBOOK