Sidang Penetapan Alat Kelengkapan DPRA Diwarnai Interupsi

Suasana Sidang Penetapan Alat Kelengkapan DPRA, Jumat, 17 Januari 2020 @aceHTrend/Taufan Mustafa

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – DPRA siang tadi kembali menggelar sidang paripurna penetapan alat kelengkapan dewan (AKD). Sidang yang dimulai pada pukul 15.30 WIB itu sempat diskor untuk salat Asar, Jumat (17/1/2020).

Sebelum sidang dilanjutkan Ketua DPRA meminta para ketua fraksi untuk musyawarah selama sepuluh menit di ruang ketua.

Amatan aceHTrend, selama sidang berlangsung sejumlah anggota dewan tampak menyampaikan interupsi kepada pimpinan. Bahkan ada anggota yang tidak dapat menyampaikan tanggapannya terkait sidang tersebut saking ramainya yang menginterupsi.

Sidang itu dipimpin langsung oleh Ketua DPRA Dahlan Jamaluddin. Semua wakil ketua juga turut hadir dalam sidang lanjutan tersebut sementara dari unsur eksekutif dihadiri oleh Sekda Aceh Dr Taqwallah.

Selesai pembukaan dan setelah skor dicabut, Sekretaris Dewan, Suhaimi, langsung dipersilakan untuk membacakan surat keputusan dan nama-nama anggota dewan yang diutus oleh fraksi masing-masing dalam AKD.

Sementara tiga fraksi, yaitu Demokrat, Golkar, dan PPP, karena diminta oleh pimpinan sidang untuk diserahkan kembali nama anggotanya dan sesuai dengan aturan tata tertib DPRA yang juga telah disetujui bersama.

Anggota Partai Demokrat, Teuku Ibrahim, yang pertama kali menyampaikan interupsi mempertanyakan alasan pimpinan DPRA tidak mengumumkan surat dari fraksinya yang telah dikirimkan.

“Surat fraksi kami sudah kami kirim, kenapa tidak dibacakan, tolong surat kami dibacakan, nggak boleh tidak dibacakan, mohon pengertiannya, dan pimpinan juga tidak boleh mengambil keputusan sepihak,” ucap Ibrahim.

Kemudian disusul oleh beberapa interupsi dari anggota lainnya, yang umumnya mempertanyakan ketok palu yang telah dilakukan sebagai penetapan, sementara keputusannya belum ditanyakan persetujuan anggota dewan yang hadir.

Termasuk Ridwan alias Nektu, juga mengatakan, bahwa kalau mengambil keputusan sepihak itu melanggar aturan.

“Kenapa hari ini bisa demikian,” kata Nektu.

Sementara itu, Ketua DPRA Dahlan Jamaluddin mencoba menanggapi beberapa interupsi yang disampaikan oleh anggota dewan. Semua yang disampaikan telah diketahui substansinya sehingga bagi yang tidak sesuai dengan apa yang telah disepakati bersama, silakan menempuh jalur administratif.

Dalam sidang tersebut, banyak interupsi yang menyebutkan bahwa keputusan sidang tersebut cacat hukum dan tidak sah. Meskipun masih banyak yang memaksa meminta interupsi oleh anggota, namun pimpinan tetap menolak dan mempersilakan segera ditutup dengan doa.

Sidang berlangsung hingga pukul 17.30 WIB yang ditandai dengan ketuk palu dari Ketua DPRA bahwa AKD sudah ditetapkan.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK