Soal Limbah Medis di Kebun Warga, Dewan Sebut Ini Harus Jadi Bahan Evaluasi Bersama

Anggota DPRK Abdya, Ikhsan, @aceHTrend/Masrian Mizani

ACEHTREND.COM, Blangpidie – Ketua Komisi D DPRK Abdya, Ikhsan, mengatakan dengan ditemukannya limbah medis di kebun warga menjadi bahan evaluasi atau cambuk bagi seluruh puskesmas di Abdya. Begitu pula di rumah sakit dan tempat-tempat praktik agar lebih teliti dan menjunjung tinggi aturan dan norma yang telah ditetapkan.

“Ini adalah cambuk bagi pusat kesehatan di Abdya agar tidak sembarangan dan terkesan asal-asalan dalam mengelola limbah medis,” ungkap Ikhsan kepada aceHTrend, Jumat (17/1/2020).

Politisi muda Partai Amanat Nasional (PAN) itu menyebutkan, pihak Dinas Kesehatan Abdya juga harus memberikan pemahaman kepada pusat kesehatan masyarakat di seluruh kabupaten itu agar melakukan pengelolaan limbah sesuai dengan prosedur.

“Jadi meskipun Kepala Puskesmas Babahrot mengatakan kalau limbah itu dibawa anak-anak keluar pagar, mungkin itu sah saja sebagai pembelaan mungkin ya, meskipun terkadang alasan itu tidak masuk di akal kita,” ujarnya.

Ikhsan menambahkan, persoalan salah pengelolaan limbah medis ini sebenarnya tidak bisa ditolerir. Apalagi, limbah medis sangat berbahaya bagi masyarakat terutama anak-anak. Namun sambung Ikhsan, dirinya meminta agar pusat kesehatan yang ada di Abdya untuk terus berbenah dan memperhatikan persoalan-persoalan yang bersifat fatal.

“Harapan saya persoalan ini agar dijadikan sebagai pembelajaran berharga bagi pusat kesehatan agar ke depannya lebih baik sehingga pelayanan dan pengelolaan limbah ini dilakukan secara baik dan benar. Dan yang perlu saya tegaskan juga meskipun di puskesmas lain mungkin sudah menjalankan sesuai prosedur. Namun jangan sampai teledor sehingga limbah medis bisa dibawa anak-anak seperti di Puskesmas Babahrot, tentu ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua, dan jangan sampai persoalan ini terulang kembali,” pungkas Ikhsan.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK