Santri Baitul Arqam Mulai Ikuti Kelas Mentoring Menulis

Pegiat literasi Hayatullah Pasee @aceHTrend/Ihan Nurdin

ACEHTREND.COM, Jantho – Kelas mentoring perdana program pelatihan jurnalistik untuk santri Dayah Baitul Arqam, Sibreh, Aceh Besar yang digagas oleh jurnalis aceHTrend, Ihan Nurdin, selaku penerima fellowship Citradaya Nita 2019 dimulai, Sabtu (18/1/2020).

Sebelumnya pada Rabu (15/1/2020) telah dibuat seminar kepenulisan bertema “Aku Menulis Aku Berdaya” yang diikuti 50-an santri dari dayah tersebut. Setelah mengikuti seminar, sebanyak 20 orang santri mendaftar untuk kelas khusus mingguan dan akan dibina secara intens.

Baca: Tiga Penulis Gelorakan Semangat Berliterasi di Dayah Baitul Arqam

Ihan Nurdin mengatakan, untuk kelas perdana ini santri dibekali dengan materi dasar mengenai tujuan menulis dan mengembangkan minat bakat. Selain itu mereka juga diperkenalkan dengan jenis-jenis media khususnya media cetak dan unsur-unsur yang terkait dengan itu.

“Sebagai materi awal, para santri harus memiliki gambaran terlebih dahulu mengapa dan untuk apa mereka menulis. Kalau visi ini sudah mereka dapatkan, untuk praktik akan jadi lebih mudah karena mereka sudah menemukan why-nya dalam menulis,” kata Ihan.

Dalam kelas pertama ini menghadirkan Hayatullah Pasee sebagai mentor. Mantan jurnalis Antara itu menjelaskan bahwa ada tiga asumsi dalam menulis yang berkembang dan perlu diruntuhkan, yaitu menulis itu susah, menulis itu bakat, dan menulis itu tidak ada gunanya.

“Kenyataannya, dengan rajin berlatih lama-lama kita akan terbiasa dengan menulis. Sama juga seperti orang bilang menulis itu bakat, padahal banyak penulis-penulis besar lahir bukan karena bakat tetapi karena mereka sering berlatih,” kata Hayatullah kepada santri.

Ia juga menjelaskan, asumsi bahwa menulis itu tidak ada gunanya juga bertolak belakang dengan kenyataan bahwa profesi menulis bisa dijadikan sebagai karier oleh seseorang. Bahkan dewasa ini, seiring dengan mobilitas yang cukup tinggi, banyak orang mengandalkan aktivitas menulis sebagai salah satu sumber pendapatan yang menjanjikan.

Dalam kesempatan tersebut Hayatullah juga menjelaskan mengenai fungsi dari struktur organisasi media dan memperkenalkan item-item yang ada dalam sebuah surat kabar. Materi ini merupakan gambaran awal karena nanti setelah program selesai akan dibentuk pengurus majalah dinding (mading) dan komunitas pers di Dayah Baitul Arqam.

Para santri terlihat sangat antusias mengikuti kelas tersebut. Hal ini terlihat dari pertanyaan-pertanyaan yang mereka ajukan kepada mentor.

Ihan mengatakan, program pendampingan akan berlangsung hingga beberapa bulan ke depan. Adapun materi yang akan diberikan di antaranya cara membuat outline tulisan, cara menemukan/menggali ide, reportase, dan wawancara. Selain itu para santri nantinya juga akan diajak langsung melihat kerja di balik dapur redaksi media melalui media visit.[]

KOMENTAR FACEBOOK