Faktor Ekonomi dan Perselingkuhan Penyebab Perceraian PNS di Abdya

Ilustrasi

ACEHTREND.COM, Blangpidie – Kasus gugat cerai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) pada tahun 2019 meningkat dibandingkan tahun 2018.

Data yang diperoleh aceHTrend dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Abdya, kasus perceraian PNS tahun 2019 di Abdya menjadi enam kasus dari yang sebelumnya hanya lima kasus pada tahun 2018.

Kepala BKPSDM Abdya, Cut Hasnah Nur menyebutkan, kasus perceraian tersebut kebanyakan dilakukan oleh PNS perempuan yang memilih gugat cerai suami. Kasus ini, katanya disebabkan karena faktor perselingkuhan.

Keenam kasus tersebut, tambahnya semuanya sudah resmi melakukan perceraian, hanya saja bagi penggugat tinggal menunggu rekomendasi SK dari pihak BKPSDM Abdya, yang selanjutnya diteruskan ke Mahkamah Syariah Cabang Blangpidie.

“Penyebabnya faktor ekonomi dan juga kasus perselingkuhan, sehingga akhirnya berujung dengan perceraian,” jelasnya.

Sejauh ini sambungnya, dalam kasus gugat cerai yang diterima pihaknya tidak ditemukan adanya Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Kalaupun ada, pihak BKPSDM akan meminta bukti dari penggugat.

“Kalau KDRT tidak ada, kalaupun ada kita tetap akan meminta bukti dari mereka,” pungkasnya.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK