Pimpinan Dayah Sebut MZF Hanya Teknisi Listrik

Ilustrasi

ACEHTREND.COM, Lhokseumawe – Pimpinan dayah tempat dua santri menimba ilmu agama yang menjadi korban predator seksual MZF (26), menegaskan bila yang bersangkutan bukan guru mengaji melainkan teknisi listrik yang tinggal di dayah tersebut.

“Tersangka bukan sebagai guru ngaji di dayah/pesantren, tapi salah seorang alumni yang masih kami manfaatkan sebagai tenaga kerja bidang listrik di tempat kami,” kata pimpinan dayah tersebut saat dihubungi aceHTrend melalui telepon, Senin (20/1/2020).

Baca: Dua Santri di Aceh Utara Jadi Korban Pencabulan Oknum Guru Mengaji

Di dalam struktur dayah kata dia, nama MZF tidak termasuk dalam daftar guru. Keberadaannya selama ini dimanfaatkan sebagai tenaga kerja di bidang listrik, air, dan sebagainya.

“Tersangka tinggal di dayah selama dua tahun, karena tersangka tenaga kerja tetap,” katanya.

Pimpinan dayah tersebut mengaku terkejut saat mengetahui kejadian itu. Ia sendiri bahkan baru mengetahui setelah mendapat laporan dari polisi setelah sebelumnya ada santri yang melaporkan kejadian itu ke Polres Lhokseumawe.

Baca: MZF Menjadi Predator Seks karena Tak Sanggup Menahan Hasrat

“Terkait kejadian ini kami sangat terpukul. Semoga kejadian seperti ini jangan pernah terulang,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, MZF telah melakukan pelecehan seksual terhadap dua santri laki-laki di salah satu dayah di Kecamatan Dewantara, Aceh Utara. Pemuda tersebut saat ini ditahan di Mapolres Lhokseumawe untuk penyelidikan lebih lanjut.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK