Amil Baitul Mal Dilatih Monitoring dan Evaluasi Program

Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh, Rahmad Raden membuka pelatihan peningkatan kapasitas amil dengan tema monitoring dan evaluasi program Baitul Mal Aceh tahun 2020 di Hotel Arabia, Selasa (21/1/2020).

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Sebanyak 40 amil Baitul Mal Aceh, Baitul Mal Kota Banda Aceh, dan Baitul Mal Kabupaten Aceh Besar dilatih memonitoring dan evaluasi program. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Hotel Arabia Banda Aceh, Selasa (21/1/2020).

Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh, Rahmad Raden di sela-sela membuka acara mengatakan kegiatan ini dilaksanakan mengingat dalam bulan ini para amil akan turun ke lapangan untuk memonitoring dan evaluasi program-program Baitul Mal Aceh. Oleh karena itu perlu adanya pembekalan kepada para amil sebelum turun ke lapangan.

“Saat mereka kembali nanti sudah ada hasil yang mana program yang perlu dilanjutkan atau dihentikan bantuannya. Apalagi bantuan untuk tahun 2020 ini meningkat jumlah bantuannya. Untuk gampong produktif saja per gampong mencapai Rp150 juta, sebelumnya hanya Rp50 juta hingga Rp100 juta,” sebut Rahmad.

Dalam sambutannya, Rahmad juga mengungkapkan amil Baitul Mal harus mampu mengevaluasi program-program yang telah dilaksanakan oleh Baitul Mal, baik Baitul Mal Aceh maupun Baitul Mal kabupaten/kota. Dengan demikian bantuan yang diberikan Baitul Mal Aceh tepat sasaran dan memberikan dampak kepada masyarakat (penerima manfaat).

Kegiatan ini diisi oleh dua pemateri, yaitu Novi Reandy Sasmita dari Badan Pengawasan dan Pembangunan (BPKP) Aceh, yang menjelaskan tentang perencanaan dan persiapan penelitian surveli kuantitatif dan kualitatif. Satu pemateri lagi merupakan akademisi Unsyiah, Marzuki, yang menjelaskan tentang teknik pengolahan data dan dampak program.

Novi Reandy menerangkan, dalam melakukan survei ada beberapa hal yang harus diketahui seperti profil sosiodemografis dan profil psikografis. Sosiodemografis variabel yang perlu diketahui yaitu usia, jenis kelamin, status perwakikan, pekerjaan, dan penghasilan. Sedangkan Psikografis variabelnya lebih kepada gaya hidup calon penerima bantuan.

“Selain itu harus diketahui juga pengaruh dari program yang dilaksanakan. Jika program yang dilaksanakan tidak memberikan dampak yang baik, maka program dianggap belum berhasil,” jelasnya.

Kegiatan ini dilaksanakan selama sehari penuh dari pagi hingga sore. Peserta yang hadir mewakili amil Baitul Mal Aceh yang terdiri atas amil relawan, amil Baitul Mal kabupaten/kota, yaitu Banda Aceh dan Aceh Besar.[]

KOMENTAR FACEBOOK