Mahasiswa Desak Bupati Copot Direktur RSU CND Meulaboh

Aksi Catur di Kantor Bupati Aceh Barat, Selasa, 21 Januari 2020 @aceHTrend/Sudirman Z

ACEHTREND.COM, Meulaboh – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Company Aksi Teaterikal untuk Rakyat (Catur) melakukan aksi di halaman Kantor Bupati Aceh Barat, Selasa (21/1/2020).

Dalam aksi tersebut massa mendesak Bupati Aceh Barat, Ramli MS, mencopot dr Furqansyah dari jabatan Direktur Rumah Sakit Umum Cut Nyak Dien Meulaboh karena dinilai menjadi sumber rentetan permasalahan yang selama ini terjadi di rumah sakit tersebut.

Koordinator aksi Catur, mengatakan sebelum menggelar aksi mereka sudah menjumpai langsung sejumlah pihak keluarga korban dari kelalaian rumah sakit seperti kasus dugaan salah suntik yang menimpa bocah laki-laki, Alfareza (13) yang meninggal usai disuntik, terjadi pada Oktober 2018 lalu.

Kemudian kasus dialami Cut Vivi (30) pada 16 Januari 2020 lalu, yang melahirkan di WC ruang tunggu bersalin, diduga juga karena lambatnya pelayanan medis. Termasuk pemecatan honorer rumah sakit sebanyak 272 orang akibat turunnya tipe rumah sakit dari tipe B ke C.

“Aksi kami ini menuntut bupati untuk memperbaiki pelayanan di rumah sakit Cut Nyak Dien terhadap pasien, dengan cara mencopot langsung direkturnya. Kemudian kami juga menuntut bupati agar mendesak dewan pengawas agar bekerja sebagaimana mestinya supaya seperti kasus pasien yang melahirkan di WC tak terulang lagi. Bagaimana kalau masalah ini terjadi sama keluarga kalian,” tegas koordinator aksi.

Sebelum melakukan aksi demontrasi, mahasiswa mengaku sudah menjumpai langsung keluarga korban. Ternyata, kata mahasiswa yang terjadi di rumah sakit bidang pelayanan sangat buruk. Kasus-kasus yang terus bergulir berbanding terbalik dari pernyataan humas rumah sakit.

“Begitu sedihnya kami mendengarnya. Ternyata yang terjadi di rumah sakit pelayanannya sangat buruk. Kasus-kasus yang bergulir berbanding terbalik dari pernyataan humas rumah sakit. Makanya kami desak supaya secepatnya bupati mencopot direktur, karena dia sumber permasalahan,” katanya.

Selain itu, mahasiswa juga mendesak bupati mengevaluasi kinerja tim pengawas rumas sakit setempat. Karena dinilai belum berperan sebagai pengawas yang membawa perubahan baik bagi rumah sakit.

Salah satu anggota dewan pengawas, Mawardi yang juga menjabat Kabag Hukum Setdakab Aceh Barat menyambut baik kedatangan mahasiswa, semua aspirasi sudah ditampung dan siap diteruskan kepada pimpinan.

Terkait jabatannya sebagai dewan pengawas pihaknya juga akan mengajak dewan pengawas yang lain, untuk duduk bersama dan mengevaluasi kinerjanya ke depan.

Sementara itu, Juru Bicara Bupati Aceh Barat, Amril Nurhihal mengungkapkan, pihaknya sudah menerima semua aspirasi dari mahasiswa dan secepatnya akan menyampaikan kepada bupati.

“Ada empat poin tuntukan dan akan kami sampaikan langsung kepada pimpinan. Untuk lebih lanjut nanti kami sampaikan ulang” kata Amri.[]

Editor : Ihan Nurdin