500 Ha Sawah di Nisam Tanpa Irigasi, Dewan Aceh Utara Bertindak

ACEHTREND.COM, Lhoksukon – Sejumlah Anggota DPRK Aceh Utara dari Komisi IV Bidang Pembangunan turun ke sejumlah gamponog di Kecamatan Banda Baro, Nisam, dan Nisam Antara untuk meninjau bendungan, saluran irigasi, dan ruas jalan yang belum teraspal, Rabu (22/1/2020).

Ketua Komisi IV DPRK Aceh Utara, Nazrizal, mengatakan dalam kunjungan itu melibatkan semua pihak di antaranya Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Aceh Utara, Dinas Perhubungan, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim).

“Kunjungan ini berdasarkan laporan dari masyarakat bahwa ada beberapa titik yang harus dibangun seperti jalan di bawah PUPR, bendungan dan lain sebagainya. Maka kita sikapi ini untuk diproritaskan di tahun 2020,” katanya.

Dari tiga kecamatan yang ditinjau, Nazrizal menyebutkan ada beberapa titik ruas jalan, saluran dan bendungan yang menjadi prioritas dan itu akan diajukan dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tahun 2020 ini.

“Masalah prioritas itu tergantung dari musrembang di kecamatan dan kabupaten, dan juga tergantung dengan kondisi anggaran tahun ini,” tutur Nazrizal.

Wakil Komisi IV Khairuddin ST menuturkan, permasalahan yang mendesak di Kecamatan Nisam adalah air irigasi untuk 10 desa dengan luas areal sawah 500 hektare lebih yang saat ini hanya mengandalkan tadah hujan.

“10 Desa itu sawah tidak punya irigasi atau embung, hanya mengandalkan tadah hujan. Persoalan itu tadi sudah sama-sama dengan dinas pengairan untuk mengecek sumber airnya dan bagaimana solusinya,” ungkapnya.

Kemudian, sambung Khairuddin, tanggapan dari tokoh-tokoh masyarakat bahwa mereka akan mengupayakan sumbangan dari beberapa desa untuk pembebasan lahan dan selebihnya akan dibebankan kepada pemerintah daerah.

“Insya Allah, kalau pemda dan masyarakat ikut andil, masalah air tersebut akan selesai, dan ditargetkan tahun 2020 akan dilaksanakan jika dalam musrenbang nanti itu jadi kebutuhan utama bagi masyarakat Nisam,” imbuhnya.

Sementara Kabid Pengairan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Utara, Jafar ST menyambut positif peninjauan yang dilakukan oleh Komisi IV DPRK Aceh Utara, Embung Alue Ujeun merupakan wacana dari masyarakat Nisam dengan luas areal persawahan 500 hektare tapi jika musim kemarau debit airnya tidak mencukupi.

“Ini wacana dari tokoh-tokoh masyarakat Nisam, karena ada sumber air dari sungai Alue Ujeun, maka diprogramkan supaya dapat dibangun embung untuk dapat dialihkan ke irigasi Nisam, mungkin hal ini ada sebahagian areal sawah yang ada di kecamatan tersebut dapat dimanfaatkan,” jelasnya.

Pihaknya juga akan mengkaji kembali pembangunan embung yang diusulkan tersebut. “Kita kaji dulu, yang pertama ketersediaan airnya, kemudian luas embung dan dampak lingkungannya,” sebut Jafar.

Peninjauan itu juga didampingi oleh anggota Komisi IV, Camat Nisam Antara, DPMG Nisam, Mukim Nisam dan sejumlah geuchik.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK