DPRK Terima Laporan Hasil Pemilu 2019 dari KIP Banda Aceh

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Ketua DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar, menerima laporan hasil Pemilu 2019 di Kota Banda Aceh dari Komisi Independen Pemilihan (KIP) yang diserahkan langsung oleh Ketua KIP Banda Aceh Indra Milwady, di Kantor DPRK Banda Aceh, Selasa (21/01/2020).

Farid menyampaikan, pihaknya menerima kehadiran para anggota KIP Banda Aceh untuk silaturahmi sekaligus menyerahkan laporan penyelenggaraan Pemilu 2019 yang dilaksanakan KIP, baik pemilu legislatif maupun pilpres yang sudah berjalan secara lancar dan sukses.

Pada kesempatan itu Farid juga mengapresiasi KIP Banda Aceh yang telah bekerja keras sehingga pemilu bisa berjalan secara lancar dan terjadinya peningkatan partisipasi publik yang mencapai 78,63 persen.

“Ini merupakan pencapaian yang tinggi dalam pelaksanaan pemilu di Kota Banda Aceh, kami sangat mengapresiasi atas keberhasilan KIP Banda Aceh dalam meningkatkan partisipasi pemilih,” kata Farid.

Apresiasi itu juga disampaikan Ketua Komisi I DPRK Banda Aceh, Musriadi Aswad, banyak inovasi-inovasi yang dilakukan oleh KIP seperti rumah pintar pemilu untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk meningkatkan partisipasi pemilih.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada KIP di samping dapat meningkatkan partisipasi pemilih yang sangat luar biasa drastis, juga menurut pengakuan KIP produktivitas anggota dewan yang dihasilkan pileg tahun 2019 juga sangat tinggi,” kata Musriadi Aswad.

Sementara itu, Ketua KIP Banda Aceh Indra Milwady menyampaikan sesuai dengan amanat UUPA pihaknya diwajibkan untuk melaporkan laporan kepada wali kota dan DPRK mengenai hasil Pemilu 2019 sekaligus untuk bersilaturahmi.

“Jadi ini juga kesempatan untuk bersilaturahmi antara KIP dan DPRK Banda Aceh setelah pelantikan,” kata Indra Milwady.

Kemudian tambahnya, ada beberapa hal yang disampaikan terkait kerja sama dengan DPRK dan pemerintah kota, di antaranya meminta dukungan baik secara moral maupun anggaran dari pemko dan DPRK karena KIP  tidak sedang dalam masa melaksanakan tahapan pemilu saat ini jadi kekurangan anggaran untuk kegiatan.

Sementara pihaknya ingin mempertahankan partisipasi pemilih yang tinggi maka harus melakukan kegiatan kegiatan untuk mendukung arah ke sana.

Indra juga menyampaikan program-program yang akan dilakukan ke depan di antaranya mempersiapkan rumah pintar pemilu di Banda Aceh dan melakukan sosialisasi ke semua sekolah dan kampus yang ada di Banda Aceh.

Begitu juga dengan wacana e-voting sebagai media untuk melakukan sosialisasi pada pemilih pemula terutama di sekolah-sekolah dan di kampus, yang disambut baik oleh pemko maupun DPRK sendiri. Selanjutnya kata Indra, bagaimana ke depan menjajaki kemungkinan untuk melakukan pemilihan keuchik lansung dengan e-voting.

“Kami sangat tertarik dan siap mendukung ide tersebut sepanjang didukung oleh wali kota dan DPRK. Sejauh ini belum ada regulasi, ke depan akan dilakukan kajian kembali melihat dan mempersiapkan untuk mendukung ke arah sana,” tuturnya.[]

Editor : Ihan Nurdin