Jangan Telat Datang ke Lokasi Tes CPNS, Risikonya Bisa Fatal!

Cut Hasnah @aceHTrend/Masrian Mizani

ACEHTREND.COM, Blangpidie – Kepala Bandan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Cut Hasnah Nur mengatakan peserta tes seleksi kompetensi dasar (SKD) CPNS di Abdya wajib hadir satu jam sebelum ujian dimulai ke lokasi ujian.

Hal itu sesuai dengan pengumuman yang disampaikan oleh Panitia Seleksi (Pansel) Pemerintah Kabupaten Abdya melalui Dinas BKPSDM Abdya Nomor: 810/7/2020. Pengumuman tersebut menindaklanjuti surat Kepala Kantor Regional XIII BKN Nomor: 12/KANREG-XIII tanggal 20 Januari 2020 perihal jadwal Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD).

Dalam surat yang ditandatangani Kepala BKPSDM Abdya itu juga disebutkan, bagi peserta CPNS 60 menit atau satu jam sebelum pelaksanaan tes dimulai sudah diwajibkan berada di lokasi tes ujian berlangsung. Jika peserta terlambat, pada saat dimulainya tes tidak diperkenankan masuk untuk mengikuti tes dan dianggap gugur.

Cut Hasnah menyebutkan, bagi peserta diharuskan mengisi daftar hadir yang sudah disediakan oleh panitia. Selanjutnya membawa kartu asli dan nama peserta ujian CPNS 2019 serta menunjukkan kepada panitia.

Baca: Tes SKD CPNS Abdya Dilaksanakan Sembilan Hari, Catat Tanggalnya

Untuk peserta laki-laki tambahnya, diwajibkan mengenakan baju kemeja warna putih, celana kain hitam tanpa corak dan memakai sepatu. Sedangkan bagi perempuan juga mengenakan pakaian berwarna putih rok hitam dan bagi yang menggunakan jilbab, untuk memakai jilbab warna hitam.

“Peserta baik laki-laki dan perempuan tidak diperkenankan memakai kaos, celana berbahan jeans dan sandal,” ungkap Cut Hasnah, Rabu (22/1/2020).

Kemudian sambungnya, bagi peserta juga dilarang membawa alat tulis dan catatan lainnya serta tidak boleh membawa jam tangan, perhiasan, kalkulator, telepon genggam dan alat-alat lain yang tak berhubungan dengan peralatan ujian ke dalam ruang tes.

Bagi peserta yang melanggar ketentuan dan tata tertib dianggap gugur dan dikeluarkan dari ruangan tes, namanya juga akan dicoret dari daftar hadir serta dianyatakan tidak lulus.

“Maka perlu disampaikan, kelalaian peserta dalam membaca dan memahami pengumuman menjadi tanggung jawab peserta itu sendiri,” pungkasnya.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK