Tampil Santun dan Rajin, Staf Dayah Tak Menyangka MZF Jadi Predator Seksual

Ilustrasi

ACEHTREND.COM, Lhoksukon – MZF (26) yang telah memangsa dua santri laki-laki untuk memuaskan hasrat seksualnya selama ini terlihat sebagai sosok yang santun dan rajin. Namun, meski tinggal di lingkungan dayah ia disebut malas melakukan salat Subuh berjamaah.

“MZF sosok yang santun dan rajin, bahkan setiap disuruh untuk memperbaiki sesuatu di pesantren tidak pernah menolak,” kata salah satu staf pesantren kepada awak media, Selasa (21/1/2020).

Bila ada pekerjaan yang tidak bisa dilakukannya, maka MZF akan mencari orang yang bisa melakukan pekerjaan tersebut. Bahkan tanpa disuruh, ia juga sering berinisiatif menggantikan tugas guru di kelas bila ada guru yang berhalangan hadir.

“Selama di pesantren MZF hanya sebagai tenaga teknisi listrik dan menjaga air. Untuk diketahui dalam struktur guru di pesantren tidak ada nama MZF, karena dia bukan guru,” katanya lagi.

Ia mengatakan, pihak pesantren sama sekali tidak menyangka bila MZF tega melakukan pelecehan seksual terhadap santri.

“Dari semula, tidak ada yang menaruh curiga terhadap MZF bahkan pimpinan di pondok pesantren itu. Mengingat MZF selalu tampil bersahaja dan tidak menunjukkan sikap mencurigakan,” katanya.

Selama ini, MZF tinggal di satu kamar berukuran 4 x 3 meter berdua dengan petugas dapur yang berdampingan dengan kamar santri lainnya. Dia menambahkan tersangka MZF melampiaskan nafsu bejatnya itu pada dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

Saat itu semua santri sudah pada tidur. Sedangkan kamar MZF persis berada di sebelah kamar korban.

“Padahal, kita sudah buat peraturan tidak boleh tidur di kamar orang lain,” jelasnya.

Ia menyebutkan usai dilaporkan santri ke Polres Lhokseumawe, pihak pondok langsung mencari MZF untuk melakukan interogasi, saat itu MZF mengakui perbuatan dan sudah mengaku bersalah.

Lalu, ia berinisiatif menyerahkan diri ke Polsek Dewantara untuk menjalankan proses hukum dengan meminta agar pihak pondok mengantarkannya. Setiba di sana MZF langsung diserahkan ke Unit PPA Polres Lhokseumawe.

Diberitakan sebelumnya , MZF menyerah diri ke Polsek Dewantara pada Kamis (16/1/2020) karena tersangka mengakui perbuatannya dan sudah melakukan kesalahan dengan melakukan pelecehan seksual pada dua orang murid laki-laki.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK