Pengedar Sabu Divonis 14 Tahun Penjara

Terdakwa saat mendengar putusan hakim dalam pembacaan vonis yang digelar di PN Blangpidie, Rabu, 22 Januari 2020 @ist

ACEHTREND.COM, Blangpidie – Pengadilan Negeri (PN) Blangpidie Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menjatuhkan vonis 14 tahun penjara dan denda Rp2 miliar, subsider enam bulan kepada terdakwa ER dalam kasus pengedar narkotika jenis sabu sebanyak 54 gram.

Atas putusan tersebut, Yogaswara, SH selaku jaksa dari Kejari Abdya mengapresiasi Majelis Hakim yang diketuai Zulkarnain, SH.

“Tentunya kita sangat mengapresiasi putusan Pengadilan Negeri Blangpidie tersebut karena sudah memenuhi rasa keadilan di masyarakat dan membuktikan komitmen majelis hakim PN Blangpidie dalam memberantas peredaran narkotika di Abdya,” ungkap Yogaswara, melalui siaran pers kepada aceHTrend, Kamis (21/1/2020).

Sebelumnya kata Yogaswara, Kejari Abdya menuntut terdakwa 15 tahun penjara. Namun dalam persidangan, majelis hakim memutuskan 14 tahun penjara bagi terdakwa.

Putusan tersebut kata Yogaswara, merupakan sebuah kewajaran karena pertimbangan majelis yang menilai terdakwa berlaku sopan, mengakui semua perbuatannya, dan berterus terang sehingga persidangan berjalan lancar.

“Dalam berkas lain, saudara M yang membeli sabu kepada terdakwa juga sudah divonis tujuh tahun penjara oleh Majelis Hakim PN Blangpidie. Artinya kita sangat memberikan apresiasi kepada PN Blangpidie,” pungkas Yogaswara.

ER ditangkap pada 3 Juli 2019 lalu oleh Satres Narkoba Polres Abdya setelah sebelumnya sempat masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). ER merupakan warga Gampong Pasar Kota Bahagia, Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).

Saat itu polisi mengamankan barang bukti sabu dari tangan ER seberat 54,00 gram bruto. Selain itu, polisi juga berhasil menyita uang tunai dari tersangka ER sebesar Rp850.000 serta satu unit Hp Samsung lipat.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK