Mahasiswa Minta Polisi Selesaikan Kasus Kekerasan Terhadap Wartawan Secara Profesional

@aceHTrend/Mulyadi Pasee

ACEHTREND.COM, Lhokseumawe – Puluhan mahasiswa di Lhokseumawe yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pro Jurnalis (AMPJ) menggelar aksi peduli jurnalis di Tugu Rencong Kuta Blang, Kota Lhokseumawe, Senin (27/1/2020).

Mahasiswa menggelar aksi teatrikal terkait pemukulan dan pengancaman terhadap wartawan di Aceh Barat. Mereka memperagakan berbagai adegan pemukulan dan menodongkan senjata ke para jurnalis.

Mahasiswa sangat menyayangkan terjadinya intimidasi dan diskriminasi terhadap kuli tinta yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Koordinator Aksi, Firman Akbar mengatakan dalam menangani kasus itu pihak kepolisian terlihat sangat tidak profesional dalam menangani kasus tersebut.

“Seperti kasus pengancaman terhadap Aidil Firmansyah yang dilakukan oknum pengusaha di Aceh Barat yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka. Tapi polisi malah menetapkan dengan pasal 335 KUHP tentang perilaku tidak menyenangkan,” katanya.

Menurut Firman, penetapan tersangka dengan pasal tersebut tidak sesuai dengan aturan dan terlihat pihak kepolisian tidak bekerja dengan profesional, “maka itu kita desak polisi untuk menetapkan tersangka sesuai dengan UU Pers,” katanya.

Mereka juga meminta polisi mengusut tuntas kasus pemukulan terhadap Teuku Dedi Iskandar, wartawan Antara di Aceh Barat

“Kita juga sangat menyayangkan hingga saat ini pihak kepolisian juga belum menuntaskan kasus pembakaran rumah Asnawi di Aceh Tenggara. Meskipun dari hasil forensik itu sudah jelas rumah tersebut dibakar oleh oknum,” katanya.

Mereka mendesak Polres Aceh Tenggara untuk segera menangkap pelaku pembakaran rumah wartawan tersebut.

“Jika kasus ini tidak tetap berjalan di tempat, maka kita akan melakukan aksi besar-besaran,” tegasnya.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK