Kala Air Mata Mariati Berhenti Mengalir

Hujan baru saja reda. Puluhan kendaraan roda dua yang awalnya terparkir di emperan toko warga terlihat lalu lalang di jalan Kota Blangpidie, tidak terkecuali mobil dinas Wakil Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Muslizar MT. Mobil plat merah tersebut melaju pelan di bawah langit mendung menuju Gampong Pante Raja, Kecamatan Manggeng, Abdya, Selasa (28/1/2020).

Dalam perjalanan, Muslizar cerita panjang lebar terkait persoalan hidup Mariati (45), janda tiga anak yang selama ini tinggal di gubuk reot. Kepada wartawan Muslizar menyampaikan bahwa sosok Mariati ini tergolong perempuan tangguh, tanpa mengeluh apalagi meminta-minta, meskipun hidup dalam kondisi keterbatasan.

“Kita harus belajar dari Ibu Mariati. Beliau adalah sosok perempuan tangguh dan penuh kesabaran. Maka sudah menjadi kewajiban kita membantu beliau untuk mendapatkan rumah layak huni,” ungkap Muslizar, Selasa (28/1/2020) kemarin.

Sejak ditinggal cerai sang suami, Mariati yang sudah berumur hampir setengah abad harus menjadi tulang punggung bagi keluarganya. Apa pun ia kerjakan yang penting rizki yang ia dapatkan halal untuk diberikan kepada tiga orang buah hatinya.

“Beliau ini kerjanya serabutan. Apa pun yang disuruh warga, beliau mau kerjakan yang penting halal,” ujar Muslizar.

Sebagai seorang perempuan, Mariati tidak bercita-cita untuk menjadi janda miskin. Mungkin, hanya keberuntungan yang belum berpihak kepadanya. Sekuat apa pun seorang Mariati, tentu ia juga dilumuri kesedihan dan kepedihan. Maka tak jarang Mariati meneteskan air mata dalam gubuk berlantaikan tanah itu.

“Beliau hanya ingin mendapatkan rumah layak huni. Sebab gubuk yang ia tempatkan selama ini hanya berukuran 2,5 meter. Gubuk itupun menjadi rumah sekaligus dapur bagi beliau,” jelasnya.

Tidak lama kemudian, mobil dinas yang dinaiki Muslizar pun tiba di depan rumah yang ingin dituju. Kala itu, Mariati yang mengenakan jilbab warna cokelat tua dengan paduan kain sarung cokelat muda bercorak batik keluar dari gubuk yang ia tempati dengan rajut wajah senyum dan mata berbinar.

Kepada Muslizar, Mariati menunjukkan bangunan rumah yang sudah berdiri di samping gubuknya itu. Bangunan berukuran luas 3,5 meter dengan panjang 8,5 meter tersebut merupakan bantuan dari hasil galang dana beberapa komunitas trail Abdya dan juga dari Bungong Jaroe Muslizar MT.

Bangunan rumah itu mulai resmi diletakkan batu pertama oleh Kapolres Abdya, AKBP Moh Basori SIK, pada Minggu (12/1/2020) lalu. Untuk saat ini, progres pembangunan rumah untuk Mariati tersebut sudah selesaikan dikerjakan 50 persen lebih.

Selama ini, Mariati menempati sebuah gubuk reot berukuran 2,5 meter. Gubuk yang berkonstruksi dari pelepah rumbia dan bertiangkan bambu itu adalah istana bagi Mariati dalam mengasuh, membimbing, dan membina ketiga buah hatinya. Sebelum menepati gubuk reot tersebut, Mariat tinggal di rumah saudaranya.

Dalam kesempatan itu, Muslizar berterima kasih kepada semua pihak atas kerja sama yang dilakukan selama ini terkait informasi kehidupan Mariati.

“Kami juga menerima sedekah dan sumbangan dari pihak mana pun untuk pembangunan rumah Bu Mariati. Karena sedekah saudara-saudara sangat kami harapkan sehingga target kami Ibu Mariati dapat berpuasa di rumah barunya. Jadi bagi yang ingin menyedekahkan boleh melalui rekening a/n Konco Trail Adventure: 3929-01-010388-53-8,” pungkas Muslizar.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK