Pentingnya Mitigasi Wabah Penyakit

Oleh BAIHAQI, M.Si*

Wabah penyakit menular adalah kejadian berjangkitnya suatu penyakit menular dalam masyarakat yang jumlah penderitanya meningkat secara nyata melebihi daripada keadaan yang lazim pada waktu dan daerah tertentu serta dapat menimbulkan malapetaka ( Undang-Undang Nomor 4 tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular). Sedangkan mitigasi bencana ialah suatu rangkaian bentuk upaya yang dilakukan guna meminimalisir terjadinya risiko serta dampak bencana, itu baik melalui pembangunan infrastruktur ataupun dengan memberikan kesadaran serta kemampuan untuk menghadapi bencana (Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana).

Menyebarnya Novel Coronavirus ( nCoV) membuat dunia penuh dengan ketakutan, bayangkan sejak virus itu menjadi trending topik berita di media–media papan atas, jumlah korban meninggal dunia menurut data Komisi Kesehatan Nasional China (NHC) mencapai 425 jiwa ( Serambi Indonesia, 4/2/2020 ).

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno Marsudi mengatakan terdapat 245 WNI di Provinsi Hubei ditambah lima anggota tim Aju yang dipulangkan ke Indonesia. Tak hanya itu, mulai Rabu, 5 Februari 2020 Indonesia akan menutup penerbangan dari dan ke daratan utama China serta pendatang yang baru mengunjungi China dalam jangka waktu 14 hari juga dilarang masuk atau transit di Indonesia. Hal serupa juga dilakukan oleh Negara Paman Sam Amerika Serikat, Australia, Kazakhstan, Korea Utara, Singapura, Rusia, Jepang, Vietnam, Mongolia (Kompas, 3/2/2020).

Kita dapat melihat dari kasus wabah penyakit yang pernah terjadi sebelumnya seperti virus SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome), flu burung (Avian Influenza), ebola, flu babi (Swine Flu), difteri (Corynebacterium diphtheria) dan banyak lagi kasus serupa.

Virus penyakit ini membuktikan bahwa bencana wabah penyakit dapat datang kapan saja sehingga akan mengancam nyawa, kelumpuhan ekonomi, trasnportasi serta mobilitas penduduk.

Terdapat beberapa tahapan mitigasi, misalnya didahului mitigasi kesiapsiagaan (preparedness) yang meliputi perencanaan dari cara menanggapi suatu peristiwa bencana (baca:wabah), mitigasi respons (response) yang meliputi respons dalam upaya untuk meminimalkan dari bahaya yang diakibatkan oleh suatu bencana, mitigasi pemulihan (recovery) meliputi upaya dalam mengembalikan keadaan masyarakat seperti kondisi semula dan yang terakhir mitigasi evaluasi (evaluation) meliputi mengevaluasi terhadap langkah dalam menanggulangi bencana yang dilakukan, pada tahap ini pemerintah daerah maupun pusat menjalankan suatu program rekonstruksi sebagai tanggung jawab pada daerah yang terkena musibah (baca:wabah).

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2014 Tentang Penanggulangan Penyakit pada Bagian Kedua Pasal 10 disebutkan bahwa : 1. Penanggulangan Penyakit Menular dilakukan melalui upaya pencegahan, pengendalian, dan pemberantasan, 2. Upaya pencegahan sebagaimana dimaksud pada ayat 1 dilakukan untuk memutus mata rantai penularan, perlindungan spesifik, pengendalian faktor risiko, perbaikan gizi masyarakat dan upaya lain sesuai dengan ancaman penyakit menular, 3. Upaya pengendalian sebagaimana dimaksud pada ayat 1 dilakukan untuk mengurangi atau menghilangkan faktor risiko penyakit dan/atau gangguan kesehatan, 4. Upaya pemberantasan sebagaimana dimaksud pada ayat 1 dilakukan untuk meniadakan sumber atau agen penularan, baik secara fisik, kimiawi, dan biologi.

Kemudian dilanjutkan dengan Pasal 11 yaitu : 1. Upaya pencegahan, pengendalian, dan pemberantasan dalam penanggulangan penyakit menular dilakukan melalui kegiatan promosi kesehatan; surveilans kesehatan; pengendalian faktor risiko; penemuan kasus; penanganan kasus; pemberian kekebalan (imunisasi); pemberian obat pencegahan secara massal; dan kegiatan lainnya yang ditetapkan oleh Menteri, 2. Dalam hal penanggulangan sebagaimana dimaksud pada ayat 1 dimaksudkan untuk menghadapi potensi wabah, terhadap kelompok masyarakat yang terjangkit penyakit menular dilakukan kegiatan sebagai berikut: Penemuan penderita di fasilitas pelayanan kesehatan; penyelidikan epidemiologi; pengobatan massal; pemberian kekebalan massal; intensifikasi pengendalian faktor risiko.

Ini membuktikan bahwa betapa pentingnya mitigasi wabah penyakit untuk meminimalisir kerugian–kerugian tersebut. Dengan demikian, maka mitigasi dilaksanakan guna menghadapi terjadinya segala macam bencana, baik itu akibat bencana alam atau natural disaster, maupun bencana yang diakibatkan oleh ulah manusia sendiri atau man-made disaster. Sehingga tujuan utama dari mitigasi ialah guna mengurangi atau bahkan menghilangkan dampak dan risiko terjadinya bencana, termasuk wabah penyakit.[]

*Penulis adalah alumnus Ilmu Kebencanaan Unsyiah, berdomisili di Sibreh, Aceh Besar