Trump Sebut Pemimpin al-Qaeda Yaman al-Rimi Terbunuh Dalam Operasi AS

Presiden Donald Trump pada hari Kamis (6/2) mengatakan bahwa pasukan AS telah membunuh Qassim al-Rimi, pemimpin al-Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP), dalam sebuah operasi di pedalaman Yaman.

Al-Rimi diklaim bertanggung jawab atas penembakan mematikan tahun lalu di Stasiun Udara Angkatan Laut AS Pensacola di Florida, tempat pelatihan anngota penerbangan Saudi yang menewaskan tiga pelaut AS.

AQAP telah lama dianggap sebagai afiliasi al-Qaeda paling berbahaya untuk upayanya melakukan serangan di daratan AS. Trump mengatakan AS dan sekutunya lebih aman akibat kematiannya.


“Kami akan terus melindungi rakyat Amerika dengan melacak dan memusnahkan teroris yang berusaha melukai kami,” kata Trump, pada kamis.

Sementara Trump mengkonfirmasi laporan bahwa al-Rimi telah terbunuh, dia tidak mengatakan kapan operasi AS dilakukan atau memberikan rincian tentang bagaimana operasi ini dilakukan. Al-Qaeda belum mengkonfirmasi kematiannya.

Andy Gallacher dari Al Jazeera, melaporkan dari Washington, DC, mengatakan serangan yang menewaskan pria berusia 41 tahun itu terjadi bulan lalu.

“Para pejabat CIA dan intelijen Amerika sangat berhati-hati setelah serangan sebelumnya membuktikan bahwa target mereka benar-benar selamat dari mereka,” katanya.

“Al-Rimi adalah target paling penting bagi otoritas AS. Dia adalah salah satu dari sedikit pemimpin yang mendahului serangan 11 September lalu,” kata Gallacher.

“Dia berlatih di kamp-kamp di Afghanistan sebelum kembali ke Yaman di mana dia berada di penjara selama lima tahun karena menargetkan perencanaan penyeragan duta besar AS di sana. Dia keluar dari penjara pada 2006 dan diduga berada di balik serangan terhadap kedutaan AS.”

Pada akhir Januari, seorang tersangka serangan pesawat tak berawak AS menghancurkan sebuah bangunan perumahan pejuang al-Qaeda di Yaman timur.

Juga, pada tanggal 1 Februari, Trump me-retweet beberapa tweet dan laporan media lain yang tampaknya memberikan konfirmasi bahwa serangan itu telah membunuh al-Rimi.

Penembakan

Al-Rimi mengatakan dalam video berdurasi 18 menit bahwa kelompoknya bertanggung jawab atas penembakan 6 Desember di pangkalan angkatan laut di Florida.

Dia menyebut penyerang, perwira Angkatan Udara Saudi Mohammed Alshamrani, seorang “ksatria pemberani” dan “pahlawan”.

Penyerang melepaskan tembakan ke dalam ruang kelas di pangkalan, menewaskan tiga orang dan melukai dua deputi sheriff sebelum salah satu deputi terbunuh olehnya. Delapan lainnya juga terluka.

Serangan itu memusatkan perhatian publik pada kehadiran siswa asing dalam program pelatihan militer AS dan mengungkapkan kekurangan dalam seleksi kadet.

Pada bulan Januari, AS mengirim pulang 21 siswa militer Saudi, mengatakan para peserta pelatihan memiliki “sentimen jihad atau anti-Amerika” di halaman media sosial atau telah “berkaitan dengan pornografi anak”, termasuk di ruang obrolan internet.[] Sumber : Al Jazeera

Penerjemah : Ikhsan Pakusa
Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK