“Rumahnya” Hampir Ambruk, Nek Ti Terpaksa Tidur di Rumah Tetangga

Anggota DPRK Aceh Utara, Zulkarnaen mengunjungi langsung rumah Timakawiyah atau Nek Ti (67) asal Matang Puntong, Kecamatan Tanah Pasir, Aceh Utara @ist

ACEHTREND.COM, Lhoksukon – Tempat tinggal yang nyaman merupakan impian banyak orang, apalagi bagi seorang lansia. Memiliki rumah yang nyaman tidak saja membuat mereka merasa aman khususnya dari faktor cuaca, tetapi juga membuat mereka nyaman dalam beribadah.

Namun rumah yang nyaman itu sepertinya masih jadi angan-angan bagi seorang janda lansia Timakawiyah atau Nek Ti (67). Warga Gampong Matang Puntong, Kecamatan Tanah Pasir, Kabupaten Aceh Utara itu terpaksa menumpang tidur di rumah tetangganya. Pasalnya, rumahnya yang tidak layak huni sudah hampir ambruk.

Informasi yang diperoleh aceHTrend dari Sekretaris Komisi V DPRK Aceh Utara, Zulkarnen atau Tgk Zoe, dalam tahun ini Nek Ti kemungkinan bisa mendapatkan rumah layak huni untuk ditempati di sisa usianya.

“Kemarin saya sudah melihat langsung rumah Nek Ti, kondisi rumah sangat memprihatikan bahkan tidak layak lagi ditempati, maka itu saya mengusulkan ke Baitul Mal Aceh Utara untuk dibangun rumah duafa kepadanya,” kata Tgk Zoe, Senin (10/2/2020).

Ia menambahkan, rumah yang diberikan itu sudah masuk daftar penerima rumah bantuan dari Baitul Mal Kabupaten Aceh Utara.

“Insyaallah akan dibangun di bulan April 2020 mendatang,” katanya.

Saat ini Nek Ti tinggal seorang diri semenjak suaminya meninggal dunia. Untuk kebutuhan hidupnya biasanya dia menerima bantuan dari tetangga dan masyarakat setempat.

Tgk Zoel juga meminta pemerintah harus proaktif dalam mendata rumah tidak layak huni dan mengawasi pembangunannya.

“Jadi pemerintah harus bekerja sama dengan instansi terkait untuk menyepakati syarat penerimaan bantuan rumah, jangan sampai kalau ada syarat kecil yang tidak dipenuhi maka bantuan tidak diberikan,” pungkasnya.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK