Anggota DPRA Kunjungi Warga Aceh yang Tersandung Hukum di Medan

Safaruddin dan Wahyu Wahab saat bertemu dengan tiga warga Aceh di Medanyang saat ini ditahan di Mapolresta Medan, Senin, 10 Februari 2020 @ist

ACEHTREND.COM, Medan – Wakil Ketua III Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Safaruddin, bersama Sekretaris Fraksi PKB, Wahyu Wahab, menjenguk tiga warga Aceh yang tersandung hukum akibat perkelahian di Delicious Cafe, Pasar Baru, Kelurahan Titirantai, Kecamatan Medan Baru, Kota Medan beberapa waktu lalu.

Ketiganya, yakni Mahyudi (38), Mursalin (32), dan Agus Salim (32) berasal dari Pidie dan saat ini masih ditahan di ruang tahanan Polrestabes Medan. Ketiganya hingga kini masih menunggu proses hukum lebih lanjut atas perkelahian yang mengakibatkan seorang mandor angkutan atas nama Abadi Bangun tewas.

Kedua legislator ini merasa terpanggil untuk memberikan dukungan moril dan diperkenankan bertemu langsung dengan ketiga warga Aceh tersebut di ruang Sat Reskrim Polrestabes Medan. Ketiganya dijerat dengan pasal 338 juncto 351 ayat 3.

Dalam kesempatan itu, Safaruddin meminta agar para tersangka mempercayakan penanganan kasus tersebut kepada Penyidik Polrestabes Medan. Dirinya berkeyakinan penanganan kasus akan dilakukan dengan cara-cara yang profesional dan proporsional.

“Berdasarkan informasi yang kami peroleh dari warga di sekitar lokasi kejadian, termasuk informasi dari media, kami berkeyakinan ada keringanan untuk saudara-saudara kami ini karena selama bergaul tidak pernah berselisih dengan siapa pun. Bahkan, korban sudah berkali-kali makan gratis dan kerap membuat keributan, tidak hanya di warung mereka, tetapi di warung lain juga,” ungkap Safaruddin melalui rilis yang diterima aceHTrend, Senin (10/2/2020).

“Jadi, kami berharap ketiganya nanti bisa mendapatkan keringanan, dan lebih penting kasus ini tidak di politisir ke persoalan lain, apalagi kasus SARA, tapi ini murni kriminal,” tambahnya.

Menurut Safaruddin, dari penyidik kepolisian, mereka juga mendapatkan informasi bahwa ketiganya tidak memiliki catatan kejahatan dan berkelakuan baik sejak ditangkap hingga saat ini. Sebab katanya, jika ketiga tersangka ingin lari, ketiganya punya kesempatan itu.

“Tapi inikan tidak, mereka sadar telah berbuat salah dan mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan tidak melarikan diri dan pasrah ditangkap polisi. Kita berharap ketiganya tetap tegar menghadapi cobaan, begitu juga keluarga di kampung,” pintanya.

Selain itu, dirinya juga menerima informasi dari para tersangka, jika mereka diperlakukan dengan baik selama masa penyelidikan dan penyidikan oleh tim Reskrim Polrestabes Medan.

Sebelum menjenguk ketiga tersangka, kedua anggota DPRA ini sempat bersilaturrahmi dengan Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jhonny Edison Isir, dan Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Maringan Simanjuntak.

Kepada Kapolrestabes Medan, keduanya mengucapkan terima kasih atas suasana kondusif di Kota Medan, sehingga masyarakat, termasuk warga Aceh merasa aman untuk berinvestasi dan berusaha di Medan.

Dalam kesempatan itu, Wahyu Wahab selaku Sekretaris Fraksi PKB DPRA mengatakan, di Sumatera Utara khususnya Kota Medan banyak warga Aceh yang membuka usaha dan berinvestasi, mulai dari yang nilainya kecil hingga yang besar. Contoh kecilnya, kata Wahyu, warung kopi, kedai kelontong, serta sektor bisnis lainnya, seperti sektor transportasi dan perminyakan.

“Kami berharap ini terus ditingkatkan ke depan. Namun jika ada yang melakukan pelanggaran hukum, kami juga tidak menutup mata dan tentu harus ditindak dengan tegas,” ujarnya.

Dalam pertemuan dengan Kapolrestabes tersebut kata Wahyu, pihak keamanan juga terus berusaha menciptakan situasi kondusif untuk semua masyarakat sehingga tetap merasa aman dan nyaman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Setelah bersilaturrahmi tanpa melakukan intervensi, kedua anggota legislatif tersebut berharap ketiganya mendapat keringanan dalam proses hukum atas berbagai pertimbangan.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK