Bawa 1.200 Penumpang,Kapal Pesiar MS Artania Akan Berlabuh di Sabang

MS Artania. [seascanner.com]

ACEHTREND.COM,Sabang- Kapal Pesiar MS Artania yang mengangkut 1.200 penumpang, akan berlabuh di Pelabuhan CT 3 BPKS Sabang. Cruise berbendera Bahamas itu direncanakan berlabuh di Sabang pada Minggu (16/2/2020). Kapal pesiar yang diageni oleh Bernhard Schutle Cruise Service Gmbh & Co.KG/ PT. Sea Asih Lines, akan berlabuh pukul 06.00 WIB.

Kepala Pelabuhan CT 3 BPKS Sabang, Zulkarnen, Selasa (11/2/2020) kepada aceHTrend mengatakan pihak pengelola pelabuhan akan melakukan rapat koordinasi pada Kamis (13/2/2020) untuk membahas apakah akan menerima atau menolak untuk sementara waktu kapal tersebut melempar sauh di Sabang.

Sikap hati-hati ini harus ditempuh karena wabah corona yang sampai saat ini masih terus merebak dari negara ke negara.


Virus corona yang telah menjadikan seluruh dunia was-was, membuat pihak Pelabuhan CT 3 BPKS Sabang, harus esktra waspada. Mereka harus mengukur kemampuan manajemen pelabuhan dalam menyambut kehadiran 1.200 orang dari luar negeri. Termasuk fasilitas karantina dan fasilitas penunjang kesehatan lainnya, andaikan nantinya ada penumpang yang sudah terpapar corona.

“Keputusannya pada Kamis ini. Nanti akan kami sampaikan apakah Artania boleh berlabuh atau harus ditunda. Ini soal keamanan serta fasilitas yang ada. Di tengah sebaran corona yang telah mencapai beberapa negara, tentu kami harus lebih hati-hati. Bilapun nanti ada yang suspect corona, maka akan bisa diantisipasi. Intinya ini sikap kehati-hatian yang memang harus ketat. Pun demikian tentu harus sesuai prosedur yang berlaku agar citra Sabang tidak rusak di mata pelaku pariwisata internasional,” ujar Zulkarnen.

Dikutip dari website www.cruisetimetables.com, pada tur kali ini, MS Artania pertama kali mengangkat jangkar dari Pelabuhan Louis, Mauritius, pada 30 Januari 2020. Selanjutnya bersandar di Saint-Denis, Reunion pada 1 Februari 2020. Kemudian berangkat lagi menuju Mahe, Seychelles; Praslin island, Seyechelle; La Digue, Seychelles; Male, Maldives ; Colombo, Sri Lanka (13 Feb 06-2000); dan kemudian singgah di Pulau Weh, Indonesia, pada Minggu 16 Februari 2020.

Pada 17 Februari 2020 MS Artania akan menuju Langkawi, Malaysia, selanjutnya menuju Penang, Malaysia; Klang (Kuala Lumpur), Malaysia; dan Singapore pada 20 Februari 2020.

Dikutip dari website www.seascanner.com., MS Artania merupakan kapal pesiar yang sangat wah. Kapal dengan panjang 231 meter tersebut memiliki bobot 44.500 GRT. Fasilitas kapal pesiar yang terakhir kali direnovasi pada November 2017, sangat luar biasa. Perpaduan gaya klasik dan modern dengan fasilitas lux.

Dikutip dari CNN Indonesia, organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menuturkan Indonesia harus melakukan persiapan lebih matang lagi demi menghadapi risiko penyebaran virus corona. Mereka khawatir Indonesia tidak bisa mendeteksi virus tersebut, padahal negara-negara tetangga sudah melaporkan beberapa orang terjangkit.

Badan kesehatan di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu juga khawatir bahwa sampai saat ini belum ada kasus virus corona yang terdeteksi di Indonesia, sementara sampai saat ini total jumlah kasus epidemik itu telah mencapai lebih dari 40 ribu di seluruh dunia, terutama China.

WHO menginginkan pemerintah Indonesia meningkatkan sistem pengawasan, pemantauan, sistem deteksi, dan persiapan lainnya di setiap fasilitas kesehatan yang ditunjuk untuk menangani virus corona.

“Indonesia tengah melakukan persiapan untuk menghadapi kemungkinan penyebaran virus corona. WHO dan Kementerian Kesehatan RI juga terus berkoordinasi. Pemerintah RI juga mulai menyebarkan informasi terkait virus ini kepada publik dalam beberapa hari terakhir,” kata perwakilan WHO untuk Indonesia, Dokter Navaratnasamy Paranietharan di Jakarta.

Meski begitu, menurut Paranietharan masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan pemerintah Indonesia untuk memaksimalkan sistem pengawasan dan deteksi kasus virus corona. Ia mengatakan Indonesia juga masih perlu memaksimalkan persiapan fasilitas-fasilitas kesehatan yang ditunjuk khusus untuk menangani kemungkinan kasus virus corona, terutama dalam hal pencegahan infeksi, sistem karantina, langkah-langkah pengendalian terutama dalam menangani terduga pasien dan pasien positif virus corona.

KOMENTAR FACEBOOK