Pemerintah Aceh Berhasil Mendapatkan Sertifikat Aset Mess Aceh di Jakarta

Kasubbid Hubungan Antar Lembaga dan Masyarakat, Teuku Syafrizal saat menerima sertifikat Mess Aceh Cipinang di Kantor BPN Jakarta Timur, Senin,10 Februari 2020 kemarin. @ist

ACEHTREND.COM, Jakarta – Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) di Jakarta berhasil menyelesaikan proses pembuatan sertifikat aset milik Pemerintah Aceh berupa mess di Cipinang, Pulo Gadung, Jakarta Timur dengan luas tanah 328 meter persegi. Sebelumnya pada November 2019 juga berhasil memperoleh sertifikat aset Pemerintah Aceh di Jalan Indramayu, Menteng, Jakarta.

Kepala BPPA Almuniza Kamal mengatakan, sertifikat aset Pemerintah Aceh di Jalan Cipinang Kebembem V Nomor B 2 Kelurahan Pisangan Timur, Pulo Gadung, Jakarta Timur itu diterima oleh Kasubbid Hubungan Antar Lembaga dan Masyarakat BPPA Teuku Syafrizal, di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) di Jakarta Timur, Senin (10/02/2020).

“Penyerahan sertifikat diserahkan langsung Samsul Bahri selaku Kepala Kantor BPN Jakarta Timur. Kegiatan ini merupakan proses yang dimulai sejak pertengahan September 2019 lalu,” kata Almuniza di Jakarta, Selasa (11/02/2020).

Proses kegiatan tersebut, tambah Almuniza, juga dibantu langsung Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan A Djalil, dan pihak-pihak terkait lainnya.

“Dengan telah adanya sertifikat tanah Mess Aceh Cipinang, saat ini sudah difungsikan sebagai rumah singgah untuk fungsi pelayanan sosial bagi masyarakat Aceh yang sakit dan tidak mampu setelah dirujuk berobat di Jakarta,” ujarnya.

Almuniza juga mengatakan, seluruh aset tanah bangunan Pemerintah Aceh yang ada di Jakarta (tanah Mess Aceh/hotel di Cikini dan tanah kantor di Jalan Indrmayu Jakarta Pusat) semuanya sudah memiliki sertifikat.

“Itu sebagai salah satu ketentuan untuk kepastian kepemilikan hak secara hukum dan tertib aset,” katanya.

Penertiban Aset Pemerintah Aceh yang berada di luar Aceh, tambahnya, merupakan amanah dari Plt Gubernur Aceh kepadanya selaku Kepala BPPA saat dilantik pada 2018 lalu.

“Setelah sekian lama, akhirnya sertifikat atas aset ini kita dapatkan. Prosesnya lewat surat pernyataan dari Bapak Nova Iriansyah selaku Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, lalu kita tindaklanjuti sampai keluarnya sertifikat ini,” katanya.

Almuniza juga langsung melaporkan hal tersebut kepada Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, setelah memperoleh sertifikat aset tersebut.

“Alhamdulillah rumah dinas Cipinang Kebembem, Jakarta Timur sudah kita peroleh dokumen kepemilikan sertifikat atas nama Pemerintah Aceh,” kata Almuniza.

Adapun Mess Aceh Cipinang sebelum jadi aset Pemerintahan Aceh awalnya milik Departemen Dalam Negeri. Kemudian dibeli Pemerintah Aceh pada Oktober 1984 sebagaimana terlampir dalam surat perjanjian jual beli. Itu pada masa gubernur Aceh Teuku Mohammad Hadi Thayeb periode 1981-1986.

Lalu pada masa gubernur Aceh Ibrahim Hassan periode 1986-1993, di atas tanah yang terdapat bangunan dengan luas bangunan induk 191,36 meter persegi itu, dijadikan rumah dinas Kepala Kantor Perwakilan Pemerintah Aceh (BPPA saat ini) dan Mess Aceh Cipinang.[]

KOMENTAR FACEBOOK